UIN Jakarta: Masih Pentingkah Kebhinnekaan? 

UIN Jakarta telah mengadakan “Gelar Wicara Harmoni Dalam Kebhinnekaan” yang bekerjasama dengan Pangdam Jaya, dan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila Republik Indonesia, bertempat di Auditorium Harun Nasution, Kamis (26/7), pukul 08.00 sampai 12.00 WIB. Dimoderatori oleh Choky Sitohang, acara ini dihadiri beberapa narasumber seperti, Brigjen TNI Suharyanto, Awalul Rizki Alfireni, TNI Angkatan Darat (AD), Woli Hamsar, Dokter Martin Lukita Sinaga, serta dihadiri sekitar 500 peserta.

TNI AD Woli Hamsar mengungkapkan, cara cinta tanah air yang benar, harus diawali dengan menanamkan rasa cinta sejak dini, dan mencari kelebihan pada diri masing-masing yang kemudian diasah sampai berhasil. Di tahun 2018 ini, Hamsar mendapatkan empat medali emas dan dua perunggu dalam kejuaraan The Australian Army Skill At Arms Meet (AASAM) di Australia. Pada tahun-tahun sebelumnya, Hamsar meraih banyak kejuaraan, terutama pada tingkat internasional di Singapura, Australia, Thailand, Filipina. “Kunci dari keberhasilan dalam kejuaraan adalah, dengan mengetahui potensi lawan, sehingga dapat berusaha terus menerus, selalu latihan dan disiplin,” ujarnya.

Dosen Pancasila Fakultas Dakwah dan Komunikasi (Fdikom), Ali Irfandi menjelaskan, faktanya hidup di Indonesia dengan berbagai banyak aspek agama, etnik, bahasa dan lain – lain, menjadi sebuah keberagaman sebagai modal untuk melangkah selanjutanya, yaitu kemampuan bersikap toleran dan menghormati sesama. “Mahasiswa sebagai generasi muda yang secara populasi besar akan menjadi agen dan aktor penting, untuk menyemai bibit – bibit toleransi terus hidup dan berkembang,” ungkapnya.
Peserta Gelar Wicara Harmoni Dalam Kebhinnekaan, Assyifa Dania menuturkan, ia merasa senang mengikuti acara kali ini, sebab ini merupakan kali pertama Dania mengikuti kegiatan terkain kebhinnekaan. Menurutnya, dengan mengikuti kegiatan ini, dirinya menjadi lebih memahami dengan betul karakter bangsa, perbedaan dan kemajemukan yang ada di Indonesia, serta arti pentingnya cinta tanah air. “Dengan bertemu orang – orang sukses dan berpengetahuan luas, saya jadi mendapatkan ilmu yang banyak. Pemuda saat ini harus belajar lebih giat, karena pemuda yang menjadi penerus bangsa di masa mendatang,” tandasnya.

Shifa Firdausi Ubaisilfa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *