Awali Festival Budaya Islam, UIN Jakarta Gelar Talk Show

Dalam rangka memperingati milad yang ke-61, UIN Jakarta mengadakan rangkaian acara besar, Festival Budaya Islam, Dies Natalis, yang dimulai pada Jumat hingga Sabtu (27-28/7).  Talkshow dengan tema “Meneropong Generasi Baru Pemikiran Islam, Jejak Pemikiran Harun Nasution dan Nurcholish Madjid” menjadi pembuka dari rangkaian festival budaya Islam kali ini. Talkshow ini dilaksanakan di Auditorium Harun Nasution, dan dihadiri oleh Azyumardi Hamzah, dan Kusuma sebagai pembicara.

Dalam pemaparannya, Azyumardi mengatakan, jasa seorang Harun Nasution bagi pemikiran Islam di Indonesia adalah, Islam bukan hanya dilihat secara teologis saja. Namun, juga secara historis, sosiologis, antropologis. Ini terbukti dari buku yang ditulis oleh Harun seperti, Islam Dalam Berbagai Aspek. “Buku ini menjadi referensi serta membuka mata dan pikiran banyak orang tentang Islam, yang seharusnya juga bisa dirasakan oleh generasi muda saat ini,” paparnya. Mantan rektor UIN Jakarta ini mengatakan, Nurcholish Madjid juga memberikan jasa terhadap pemikiran Islam di Indonesia. “Cak nur memiliki pemikiran yang lebih berorientasi ke arah ilmu kalam. Namun, pemikirannya juga terkait dengan modernisasi, seperti pemikirannya yang kontroversial mengenai sekularisasi,” ungkapnya. Ia melanjutkan, seringkali orang salah paham dengan sekularisasi yang dimaksud. “Padahal, sekularisasi yang dimaksud adalah menghilangkan kesakralan yang duniawi, harus dikembalikan pada karakter keduniaannya seperti, orang Indonesia percaya, keris memiliki kekuatan gaib. Hal-hal seperti inilah yang dimaksud Cak Nur,” ujarnya.

Mahasiswa jurusan Jurnalistik, Rohmatul Hikmah mengaku, setelah mengikuti talkshow ini, ia menyadari UIN Jakarta banyak menghasilkan tokoh penting di Indonesia, khususnya di bidang agama Islam. Mahasiswa yang akrab disapa Iik ini menambahkan, tokoh-tokoh yang dihasilkan, bukan hanya pandai berbicara saja, namun bisa memberikan dampak dan solusi yang signifikan untuk Indonesia. “Semoga UIN Jakarta dapat terus melahirkan tokoh-tokoh hebat yang memberikan sesuatu yang baik untuk bangsa dan agama, di generasi selanjutnya,” tutupnya.

(Alya Safira)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *