Gempa Bumi Berkekuatan 6,4 SR Guncang Indonesia Tengah

Minggu (29/7) pagi, sekitar pukul 06.00 lewat 47 menit WITA, gempa bumi tektonik terjadi di Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB) tepatnya di Lombok dan Sumbawa. Dengan magnitudo 6,4 SR, dilaporkan menewaskan sejumlah orang. Gempa tersebut terletak pada koordinat 8,4 koma Lintang Selatan (LS) dan 116,5 Bujur Timur (BT). Hingga sore hari, sekitar 133 kali gempa susulan terus terjadi.

Dilansir dari Kompas.com, Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Pusat, Dwikorita Karnawati mengimbau masyarakat untuk waspada terhadap ancaman gempa susulan, meskipun dengan intensitas dan magnitude kecil. Dwikorita juga meminta masyarakat untuk tidak memercayai hoaks yang menyebar pasca gempa. Guna mengantisipasi munculnya informasi simpang siur dan hoaks, BMKG melalui akun twitter @infobmkg, akan terus menginformasikan perkembangan gempa. Dwikorita menambahkan, sehubungan dengan masih adanya gempa susulan, masyarakat diimbau untuk tidak meninggalkan bangunan yang kondisinya sudah rusak akibat gempa utama. “Hingga pukul 15.00 WITA, tercatat telah terjadi 133 kali gempa susulan dengan magnitudo terbesar 5,7 SR,” ujarnya. Dwikorita menerangkan, hasil analisis BMKG, gempa bumi yang terjadi di Lombok merupakan jenis gempa bumi dangkal, akibat aktivitas sesar back arc thrust. “Gempa bumi ini dipicu deformasi batuan, dengan mekanisme pergerakan naik,” jelasnya.

Mahasiswa Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK), Museah Hidayah menuturkan, saat gempa bumi terjadi, ia bersama ayah dan ibunya berada di rumah, dan tidak mengalami luka-luka, serta tak ada kerusakan pada bangunan rumahnya. “Ini karena, rumah saya terletak di Praya, Lombok Tengah,” akunya. Menurutnya, gempa bumi menjadi pengingat dari Allah, agar manusia bisa meningkatkan kualitas ibadahnya dan memperbanyak berdzikir. Museah berpesan, sebagai mahasiswa agar selalu menuntut ilmu, namun harus sepadan  antara ilmu agama dengan pengetahuan umum. “Semoga tidak ada lagi gempa susulan, dan keluarga korban diberi ketabahan,” tandasnya.

(Shifa Ubaisilfa)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *