Hari Tani Nasional, HMJ Agribinis Minta Pemenuhan Tuntutan Bagi Petani Indonesia

Hari Tani Nasional ke-58 yang jatuh pada 24 September, membuat Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Agribisnis, Fakultas Sains dan Teknologi (FST) memperingatinya dengan cara menggelar aksi di Halte Kampus Satu UIN Jakarta pada Jumat (26/9). Aksi ini diikuti oleh seluruh mahasiswa aktif jurusan Agribisnis, dari angkatan 2015 sampai 2018. Pesan yang disampaikan dalam aksi ini adalah, pemanfaatan sistem Urban Farming di daerah Tangerang Selatan dan Jakarta, perlindungan terhadap petani jika mengalami gagal panen, pemberian modal kepada petani, disediakannya pasar untuk produk lokal yang seluas-luasnya dan mengimbau masyarakat agar mencintai produk lokal.

Panitia aksi, Ilham Romadona menjelaskan, Hari Tani Nasional terbentuk karena dibentuknya  Undang-Undang Pokok Agraria (UUPA)  No. 5 Tahun 1960. “Isinya adalah, ‘Udara, tanah, laut dan seisinya dimiliki oleh negara dan digunakan untuk kemakmuran negara’,” jelas Ilham. Mahasiswa semester lima ini melanjutkan, pada Rabu (24/9) HMJ Agribisnis ikut dalam Forum Keluarga Mahasiswa Pertanian Indonesia (FKMPI) yang berisi Perhimpunan Organisasi Profesi Mahasiswa Sosial Ekonomi Pertanian Indonesia (Popmasepi), Ikatan Senat Mahasiswa Pertanian Indonesia (ISMPI) dan Forum Komunikasi Keluarga Himpunan Mahasiswa Agronomi Indonesia (FKK Himagri) yang mengadakan aksi tunggal di Istana Merdeka, Jakarta.

Ilham menambahkan, Hari Tani Nasional ini seperti “Lebaran” bagi pertanian, baik petani maupun mahasiswa pertanian. Ilham melanjutkan, akan ada tindakan lebih lanjut setelah aksi ini. “ Insya Allah HMJ Agribisnis akan menggunakan buah lokal di setiap kegiatan yang dilakukan oleh HMJ Agribisnis. Kami juga ingin bersinergi dengan Dewan Eksekutif Mahasiswa (Dema) FST, sampai ke pihak UIN Jakarta untuk bersama-sama menggunakan buah lokal dalam setiap kegiatan,” ungkapnya. Ilham mengungkapkan, dari aksi ini HMJ Agribisnis berharap agar semua yang ikut dalam aksi menjadi petani muda dan membantu pertanian Indonesia ke depannya. “Kami juga ingin masyarakat, khususnya mahasiswa agar tahu akan adanya Hari Tani Nasional. Agar mereka sadar, dari mana sepiring nasi yang mereka santap,” tutup Ilham.

Koordinator lapangan (Korlap), Chirsmansyah memaparkan, aksi ini bukan sekadar memperingati Hari Tani Nasional saja, namun juga menyampaikan aspirasi tani untuk kesejahteraan Indonesia. “Ada beberapa tuntutan yang disampaikan untuk pemerintah seperti, wujudkan reforma agrarian, hentikan ekspor impor demi kedaulatan pangan dan perlambat pembangunan infrastuktur,” kata Chirsmansyah. Dari aksi di Istana Merdeka dan di UIN Jakarta, Chirmansyah mengungkapkan yang menjadi sasaran dari aksi-aksi tersebut adalah masyarakat umum, mahasiswa, pemerintah dan Kementerian Pertanian maupun Kementerian Perdagangan.

(Alya Safira)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *