Peringati Hari Jantung Sedunia, WHO Jadikan “My Heart, Your Heart” Sebagai Tema

Penyakit jantung dan pembulu darah atau kardiovaskuler, merupakan jenis penyakit yang terbilang menakutkan.  Bahkan, menjadi pembunuh nomor satu di dunia. Sampai saat ini, kurang lebih tiap 17,5 juta jiwa meninggal tiap tahunnya akibat penyakit tersebut. World Health Organization (WHO) setiap 29 September memperingatinya sebagai World Heart Day (WHD), sebagai campaign untuk mengingatkan masyarakat tentang pentingnya hidup sehat, terutama menjaga kesehatan jantung.

Dikutip dari Hallosehat.com, penyakit jantung disebabkan oleh penyempitan atau penyumbatan pembulu darah yang dapat mengakibatkan serangan jantung. Ada beberapa penyakit yang bisa dikategorikan penyakit jantung, di antaranya yaitu penyakit arteri koroner dan aritmia. Penyakit jantung dapat terjadi pada siapa saja di segala usia, jenis kelamin, pekerjaan, dan gaya hidup.

Dilansir dari Jawapos.com, Yayasan Jantung Indonesia (YJI) mengajak masyarakat untuk ikut mewaspadai penyakit jantung. “Untuk WHD tahun ini bertemakan My Heart Your Heart, di mana kami mengajak masyarakat untuk hidup sehat dengan berjanji untuk menyayangi jantung kami dan jantung Anda semua,” jelas Ketua Umum YJI, Esti Nurjadin. Ia juga menerangkan, Hari Jantung Sedunia merupakan platform terbesar untuk meningkatkan kesadaram tentang penyakit kardiovaskuler, termasuk penyakit jantung dan stroke. Ia pun mengajak setiap insan untuk aktif dalam berolahraga. “Say no to smoking, serta selalu makan makanan yang bergizi,” ujarnya.

Mahasiswa Fakultas Kesehatan (Fikes), jurusan Ilmu Keperawatan  semester tiga, Henny Herlina mengatakan, jika membicarakan tentang jantung (cardiac) merupakan sesuatu yang sangat penting, sebab secara fisiologis jantung adalah tempat dipompanya darah ke seluruh tubuh. “Jantung merupakan komponen utama dalam memompa darah yang dilakukan secara continue setiap detiknya per hari. Akan tetapi, jika proses itu terjadi obstruksi atau ada hambatan maka kerja jantung dalam memompa darah untuk dialirkan keseluruh tubuh dan jaringan perifer tidak akan maksimal sehingga tubuh tidak akan merespons dengan semestinya,” jelas Henny.

Henny melanjutkan, penyebab terjadinya penyakit jantung bisa dari berbagai macam. Salah satunya ialah dari pola hidup yang kurang sehat, karena pada saat pola hidup seseorang tidak sehat dan tidak teratur, maka akan rentan terkena penyakit atau mudah terserang infeksi atau mikroorganisme. Henny menambahkan, upaya yang harus dilakukan ialah dengan mengatur pola hidup yang baik, sehat, serta seimbang. “Upaya sederhana dengan jaga pola hidup pastinya, dengan menjaga antara intake dan output dari pola hidup. Contohnya dalam memilih makanan,” terangnya. Ia berharap, dengan peringatan WHD ini, agar masyarakat mampu menjalankan pola hidup sehat dengan semestinya. “Serta pesan saya, hindari makanan yang mampu mengganggu kesehatan jantung, misalnya seperti makanan berkolestrol,” tutupnya.

(Anggara Purissta)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *