Protes Formasi CPNS, Himpunan Mahasiswa Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial Serukan Tagar #FormasiCPNSSalahSasaran

Pendaftaran Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) sudah dimulai sejak Rabu (26/9) dan sudah bisa diakses melalui laman resmi sscn.bkn.go.id. Namun, formasi CPNS untuk guru Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) yang dianggap salah sasaran karena kualifikasi untuk guru IPS bisa diisi selain dari jurusan Pendidikan IPS. Tentu ini tidak sesuai dengan Peraturan Menteri dan Kebudayaan (Permendikbud) RI Nomor 14 tahun 2016. Sebab itu, mahasiswa Pendidikan IPS seluruh Indonesia menolak dengan meramaikan tagar #FormasiCPNSSalahSasaran dan #RevisiKualifikasiGuruIPS di media social (medsos). Dalam Instagram Story di akun resmi Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Pendidikan IPS UIN Jakarta @hmjpips, juga ikut menolak.

Menanggapi hal tersebut, mahasiswa Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) jurusan Pendidikan IPS, Azizah mengungkapkan, setiap orang berhak menjadi PNS, apalagi menjadi guru. Karena pekerjaan seorang guru itu mulia. “Tanpa seorang guru maka kita bisa buta huruf, buta angka, dan dengan seorang guru maka lahirlah dokter, polisi, arsitek, dan lain-lain,” ungkapnya. Selain dari permasalahan soal formasi CPNS yang salah, menurut Azizah paling penting saat ini adalah memperbaiki akhlak dan tujuan dari seorang guru. “ Zaman sekarang ini banyak yang menyalah gunakan jabatan, yang harusnya seorang guru mengajar dengan jadwal yang sudah ditentukan oleh sekolah, tetapi malah kosupsi waktu. Jadi guru seperti itu yang perlu diperbaiki,” tutupnya.

Anggota Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Pendidikan IPS Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Salma Nava mengatakan, jurusannya juga melakukan hal yang sama. “Karena ini memang dilakukan oleh seluruh universitas di Indonesia terutama yang memiliki jurusan Pendidikan IPS,” ungkapnya. Salma melanjutkan ada beberapa yang langsung menyampaikan protesnya ke Badan Kepegawaian Negara (BKN) ada juga yang mendatangani petisi untuk menolak formasi CPNS salah sasaran ini. Mahasiswa semester tiga ini menambahkan, bukan hanya jurusannya saja yang mengalami ini, namun jurusan Mekratonika juga demikian. Salma berharap agar masalah ini bisa diselesaikan dengan baik. “Tentu saja dengan bersuara dan menyampaikan ke pihak yang berwenang masalah bisa terselesaikan,” tutup Salma.

(Alya Safira)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *