Syahid Fair Uswah 2018 Ajak Mahasiswa Berdakwah Lewat Media Sosial

Syahid Fair Uswah 2018 usai mengadakan talk show bersama Direktur Antara News dan salah satu selebgram yang memiliki konten berdakwah, yaitu Fuadbakh. Acara ini diadakan di Masjid Fathullah yang dimulai dari pukul 08.00 hingga pukul 12.00 WIB, Sabtu (29/9). Talk show ini mengulik tentang media sosial (medsos) yang dijadikan media dakwah zaman now dan cara menjadi warganet yang bijak dan cerdas dalam bermedia.

Direktur Antara News, Aat Surya Safaat menjelaskan, menjadi warganet yang bijak dan cerdas sebenarnya bukanlah perkara yang sulit karena tidak banyak hal spesifik yang harus dikerjakan. Menurutnya, hanya saja harus teliti kepada hal-hal yang awalnya dianggap sepele, seperti jangan membagikan sesuatu yang tidak penting di medsos, tidak mengadu-domba, dan menghina di medsos, serta sederet hal-hal yang memang terlihat tidak berpengaruh namun sangat berdampak apabila dilakukan. “Jadilah warganet yang budiman, membagikan postingan-postingan yang bermanfaat, di dalamnya mengandung nilai-nilai pendidikan yang bisa mendidik bangsa, karena pengguna sosial bukan hanya orang dewasa banyak anak kecil di bawah umur yang sudah bisa bermain medsos. Maka dari itu pastikan postingan kita semua bisa diterima oleh semua kalangan,” jelas Aat. Ia mengatakan, perlu juga untuk selektif dalam menerima pertemanan juga penting, karena pertemanan akan mempengaruhi isi yang terdapat dalam lini masa medsos. “Jangan terlalu banyak menceritakan informasi pribadi ke dalam medsos, karena bisa saja ada orang yang tidak bertanggung jawab mencoba menggunakan data pribadi untuk keperluan yang salah,” tandasnya.

Pegiat media sosial dan editor, Fuad Bakhtiar menuturkan, ada banyak hal yang bisa dilakukan dengan medsos. Ia mengatakan, jika tidak bisa menulis kata-kata panjang berisikan materi-materi pendidikan bisa juga membagikan video bermanfaat berisikan pesan-pesan moral dalam kehidupan sehari-hari. “Sebagai Muslim yang kreatif kita tidak boleh kehabisan akal untuk menyebarkan kebajikan. Jika zaman sudah berkembang seperti ini, pemuda-pemudi akan semakin jauh dari masjid, kebanyakan dari mereka akan lebih memilih bermain dengan gawai masing-masing di dalam kamar,” ujarnya. Ia melanjutkan, maka dari itu, sistem berdakwah juga harus diperbaharui, dengan cara dakwah harus sampai di medsos. Menurut Fuad, ini berarti dapat menggunakan medos dengan sebaik-baiknya. “Berdakwah harus dengan cara yang disukai, karena dengan seperti itu dakwah akan lebih mudah. Apapun profesinya dakwah adalah sebuah keharusan,” pungkasnya.

Panitia Syahid Fair Uswah 2018, Iis Ismayati menuturkan, dengan mengundang orang-orang berpengaruh dan memiliki ketertarikan yang tinggi menjadi salah satu upaya panitia untuk mengikatkan masa yang banyak. “Fuadbakh ini contohnya, banyak mahasiswa yang menyukai konten-kontennya, maka dari itu pada kesempatan kali ini panitia mengundang Fuad untuk diajak sharing bersama, supaya semangat dakwah dalam diri mahasiswa semakin besar,” paparnya. Dirinya melanjutkan, Lidah Lebah Production House (PH), merupakan salah satu bentuk nyata dari cara dakwah yang telah diperbaharui, jika bosan dengan sistem kajian maka dengan cara video kreatif dakwah juga tetap bisa dilaksanakan.

(Galuh Alisha)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *