Generasi Millenial Anti Narkoba

Narkoba? Mendengar namanya saja hal negatif akan muncul di pikiran kita. Walau begitu, narkoba tetap menjadi pilihan orang untuk melepaskan beban pikiran yang ada. Hal ini tentu salah dan perlu diluruskan. Di Hari Anti Narkoba Internasional, apa pendapat mahasiswa terkait narkoba?

Anggota Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) KSR UIN Jakarta, Havina Bella Oktesia mengatakan, narkoba sebuah zat yang menyebabkan candu bagi yang mengkonsumsinya.

“Narkoba tidak selamanya negatif dalam dunia medis dibutuhkan sebagai obat bius yang dipakai dalam kegiatan operasi pasien sementara negatifnya dapat meberikan dampak buruk kepada pemakai dan bisa berdampak pada lingkungan,” ujarnya.

Dirinya melanjutkan, pecandu sebelum mengkonsumsi biasanya mengalami depresi, stress atau sakit, tetapi setelahnya menimbulkan efek nyaman dan bahagia. Anak muda yang selalu ingin tahu adalah alasan mengapa banyak yang mencicipinya, karena untuk popularitas atau penasaran saja.

“Sebenarnya bisa anak millenial menghindari serangan narkoba dengan cara menyibukan dengan hal positif, bergaul dengan lingkungan yang membawa positif, jangan memendam kegelisahan sendirian, serta mendekatkan diri dengan Allah SWT,” ungkapnya.

Ia menambahkan, narkoba merupakan hal kecil yang jika dimanfaatkan dengan baik, tetapi jika dipergunakan dengan salah, dapat memperburuk keadaan. Jika berteman dengan narkoba akan semakin terjerumus dan lambat laun membunuh.

Mahasiswa Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK), jurusan Pendidikan Biologi, semester enam, Siti Maulia Rahmah menuturkan, narkoba dapat merusak saraf dalam tubuh serta halusinasi.

“Indonesia sangat serius mengusut narkoba ini, tidak hanya pecandunya tetapi sampai ke pengedarannya, karena menyelesaikan permasalahan ini harus hingga ke akarnya,” pungkasnya.

Dirinya menambahkan, pendidikan sejak dini terkait bahaya narkoba harus ditanamkan dalam setiap kegiatan serta rendahnya pengawasan orang tua terhadap pergaulan bebas menjadi menjamurnya pengkonsumsi narkoba.

“Semoga mahasiswa sebagai kaum intelektual bisa sadar bahwa narkoba akan merusak hidup penggunanya secara cepat atau lambat,” tuturnya.

(Irma Luthfiani Ismail)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *