Pentingnya Pendidikan Seks Sejak Dini di Mata Mahasiswa

Angka kejahatan seksual yang terjadi pada perempuam dan anak di indonesia masih tergolong tinggi. Tercatat pada tahun 2018, laporan yang diterima oleh Komnas Perempuan terkait kejahatan seksual meningkat sebesar 14,8 persen. Semakin mudahnya akses pornografi di internet bisa jadi salah satu penyebabnya. Sebagian masyarakat di Indonesia juga masih menganggap tabu tentang adanya pendidikan seksual yang harusnya diberikan sedini mungkin.

Mahasiswa Fakultas Psikologi, jurusan Psikologi, Rania Keyza menjelaskan, rata-rata dari pelaku kejahatan seks terhadap anak-anak punya penyakit kejiwaan yang berhubungan dengan hasrat seksual mereka, seperti pedofil juga punya imajinasi-imajinasi seks berlebihan.

“Hal tersebut kerap muncul dari sumber-sumber pornografi yang tidak disaring karena tidak ada pendidikan seksual yang diberikan sejak awal,” tuturnya.

Ia menambahkan, pendidikan seks sejak dini perlu ditekankan lagi, terlebih di pelosok daerah. Pendidikan seksual bukan kamasutra, pendidikan seksual sejak dini dimulai dari pengetahuan mereka tentang jenis kelamin, bagaimana bayi lahir, dan pornografi.

“Pendidikan seks harus dilakukan sedini mungkin atau ketika anak sudah mulai bertanya tentang seks itu sendiri, ” ungkapnya.

Mahasiswa jurusan Psikologi, Amira Azhar Fadhilah menuturkan, pendidikan seksual sangat penting diberikan pada anak sejak usia dini, karena untuk mencegah terjadinya perilaku kejahatan seksual.

“Meski peran pemerintah dirasa belum maksimal, namum psikolog sudah mulai menggaungkan pentingnya pendidikan seksual sejak dini pada orangtua, agar tindak kejahatan ini bisa diminimalisir,” ujarnya.

Ia mengatakan, kita perlu meningkatkan kewaspadaan kita terhadap kejahatan seks pada anak khususnya di lingkungan sekitar kita.

(Alifia Rizky Monika)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *