Kembangkan Potensi Iptek Mahasiswa Bersama PRI 2019

Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK), Program Studi (Prodi) Pendidikan Fisika, UIN Jakarta mengadakan Pekan Raya Ilmiah (PRI) dengan tema “Reach The Future with Physics”, yang akan digelar pada 14-15 Oktober 2019 di Kampus UIN Jakarta. Acara tersebut memiliki beberapa rangkaian acara dan lomba diantaranya, Olimpiade Fisika, Project Alat Fisika, lomba Essay, serta Stand Up Comedy. Pesertanya berasal dari mahasiswa dan pelajar Sekolah Menengah Atas (SMA) yang ada di Pulau Jawa.

Ketua Pelaksana PRI 2019, Miftahul Huda menuturkan, acara tersebut merupakan event tahunan terbesar yang kelima kalinya sejak 2014 dan selalu mengalami peningkatan tiap tahun. Acara tersebut diselenggarakan guna membangun dan mengembangkan potensi kawula muda di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi.

“Kami melihat perkembangan yang begitu pesat pada bidang ilmu pengetahuan dan teknologi, khususnya fisika. Kami ingin siswa Indonesia yang merupakan kaum milenial tidak tertinggal zaman, dan menggapai mimpi mereka melalui fisika,” jelasnya.

Mahasiswa FITK, jurusan Pendidikan Fisika, semester lima tersebut menambahkan, tujuan dalam mengadakan olimpiade tersebut memang sebagai tolok ukur pengetahuan siswa. Project alat ialah agar siswa mampu berpikir kreatif dan konsep yang mereka miliki dapat diaplikasikan melalui sebuah alat.

“Terakhir yaitu dari stand up comedy yang membedakan dari perlombaan lain. Dengan diadakan lomba stand up comedy, kami ingin menunjukan bahwa fisika itu menyenangkan, tidak seperti orang awam yang melihat fisika itu rumit dan susah,” tutupnya.

Mahasiswa FITK, jurusan Pendidikan Fisika semester lima, Osa Ario Bimo menuturkan, kegiatan PRI tersebut sangat bagus untuk mahasiswa, karena banyak sekali manfaat dari kegiatan tersebut seperti, meningkatkan eksistensi kampus dalam bidang perlombaan.

“Peran fisika dalam era revolusi industri sangat berpengaruh, karena cabang ilmu fisika itu sangat luas. Ketika kita paham fisika, maka kegiatan sehari-hari kita akan lebih mudah,” jelasnya.

Dirinya yang juga sebagai Koordinator Hubungan Masyarakat PRI menambahkan, PRI sangat penting untuk mahasiswa, karena dalam acara tersebut dapat menuangkan kemampuan dan kreativitas. Sebagai mahasiswa harus banyak mengikuti kegiatan, karena ketika sudah lulus nanti kita dapat bermanfaat untuk masyarakat.

“Jangan berteriak untuk meminta pekerjaan, tetapi jadilah yang membuat lapangan pekerjaan. Walaupun kita berbeda agama, suku, ras, budaya kita tetap satu, Indonesia!,” tutupnya.

(Chintia Desy Utami)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *