Pembukaan PBAK 2019 Sukses Digelar

Pembukaan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) 2019 diselenggarakan di Lapangan Triguna UIN Jakarta, Selasa(27/08). Acara berlangsung meriah karena dihadiri oleh staf kepresidenan RI, jajaran rektorat, Dema dan Sema Universitas dan Fakultas, serta mahasiswa baru 2019.

Rektor UIN Jakarta, Prof. Dr. Hj. Amany Burhanuddin Umar Lubis Lc, MA mengutarakan, hadirnya mahasiswa baru 2019 di UIN Jakarta diharapkan membawa dampak positif, sehingga membuat reputasi kampus semakin mendunia dan melanjutkan perjuangan menuju UIN yang terdepan dari segi teknologi dan keislamannya.

Presiden Dema UIN Jakarta, Sultan Rivandi mengucapkan, selamat datang dan selamat bersosialiasi dengan kampus yang bukan hanya mengedepankan nilai akademis tapi juga non akademis.

“Menjadi mahasiswa adalah suatu kebanggan oleh sebab itu, harus disyukuri dan dimanfaatkan dengan baik”, tegasnya.

Ketua Pelaksana PBAK Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (FDIKOM) 2019, Muhammad Tursun Sabatatan mengutarakan, selain tingkat universitas, fakultas juga menyiapkan agenda selama dua hari kepada mahasiswa baru 2019 untuk lebih mengenal bagaimana kultur di fakultasnya sendiri.

“Tahun ini sama seperti tahun sebelumnya ada kegiatan mentoring berkelanjutan selama enam bulan, membuat mahasiswa baru lebih paham dan bisa berbaur dengan tidak hanya teman seangkatan tetapi, kakak tingkatannya,” ungkapnya.

Dirinya melanjutkan, jajaran dekanat FDIKOM sangat mendukung dan setuju dengan tema PBAK tahun ini yaitu, “FIDIKOM MODERAT: Berfikir Ilmiah dan Bijak Bertindak”.

“Semoga mahasiswa baru 2019 bisa jadi penerus bangsa yang sesuai dengan tema PBAK tahun ini dan bisa berbaur dengan kultur fakultas dakwah yang kental akan kekeluargan”, harapnya.

Mahasiswa baru FDIKOM, jurusan Jurnalistik, Alfan Dhiyaul Fajri menuturkan, PBAK ini merupakan momen sekali seumur hidup.

“Ini merupakan ajang mahasiswa baru mencari tau tentang kampusnya karena, diperkenalkan dengan Dunia perkuliahan baik akademis maupun non akademis,” pungkasnya.

Ia menambahkan, di hari pertama PBAK, dirinya mendapatkan pelajaran menjadi mahasiswa berbeda dengan menjadi siswa, tanggung jawab akan diri sendiri dan lingkungannya menjadi lebih besar dan berpengaruh untuk sekitar sehingga, harus berpikir dan bijak dalam bertindak.

(Irma Lutfiani Ismail)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *