Pentingnya Memahami Sejarah Perkembangan Sunni di Nusantara

Institut Francais D’Indonesie (IFI), pada Rabu (26/02), mengadakan seminar yang bertajuk “Perplexity, Apostasy, and Tolerance in Early Modern Nusantara: The Centurial Reconfiguration of A Sunni Islam”. Seminar tersebut bertujuan memberikan pengetahuan mengenai dimensi global Islam di Nusantara pada abad ke-16 hingga 17 masehi, yang diadakan di Auditorium of IFI, Kedutaan Besar Prancis, Jakarta, dan diisi dengan pembicara yaitu Zacky Khairul Umam.

Peneliti tamu dan anggota Abdurrahman Wahid Center for Peace and Humanities in University of Indonesia, Zacky Khairul Umam menjelaskan, hal yang ditekankan di seminar tersebut yaitu mengenai pentingnya memahami sejarah perkembangan sunni di nusantara. Dirinya terfokus pada sejarah budaya dan intelektual muslim modern, termasuk kekaisaran Ottoman dan Asia Tenggara.

“Hasil dari ekspansi kesultanan dan penguatan hubungan lintas samudera dengan dunia muslim mengalami perubahan signifikan. Sejak awal abad ke-15 sampai akhir abad ke-16 merupakan perkembangan yang penting bagi Islam di Nusantara,” tuturnya.

Dirinya menambahkan, pada abad ke-16 adalah masa peralihan milenium satu ke milenium dua. Pada masa tersebut, pemikiran Islam di Asia Tenggara mencakup risalah politik dan hukum tentang kedaulatan, seperti yang terjadi di Aceh yaitu perpecahan politik setelah kematian Sultan Iskandar Muda pada 1636.

“Sejarah Islam sunni di nusantara ini dapat dijaga dan dipelihara sebagai khazanah budaya. Masyarakat juga agar memahami aspek toleransi dalam agama, serta untuk mahasiswa agar mempelajari ilmu sejarah dan memiliki pengetahuan luas perihal  sejarah Islam Sunni di Nusantara,” pesannya.

Mahasiswa Fakultas Adab dan Humaniora (FAH), jurusan Bahasa dan Sastra Arab, Farhan Muzhaffar Rahman menuturkan, dirinya terkesan pada tema yang dibahas terkait sejarah Islam Sunni di Indonesia.

“Tema yang diangkat menarik sehingga memiliki wawasan yang luas dalam hal sufi dan toleransi keberagamaan,” ungkapnya.

Dirinya berharap, agar seminar tersebut lebih dikembangkan lagi supaya bermanfaat untuk masyarakat perihal sejarah dan dapat meningkatkan pengetahuan mengenai sejarah.

(Rasya Azzahra)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *