Halal Bi Halal PMI: Kembangkan Peta Jalan Sukses bagi Lulusan PMI

Pembicara dari Peneliti LIPI, Dr. Halimatusa`diah, M. Si., ketika mengisi acara.


Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Pengembangan Masyarakat Islam (PMI) mengadakan acara Halal Bi Halal dan Pertemuan Alumni PMI dengan mengusung tema “Mengembangkan Peta Jalan Sukses bagi Lulusan PMI”, pada Selasa (28/07) melalui aplikasi Zoom Meeting. Acara tersebut dihadiri oleh mahasiswa PMI serta pembicara dari alumni PMI, diantaranya Susianah, M. Si., dari Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Pengusaha Ita Puspitawati, Akademisi Dicky Andika, M. Si., Peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Dr. Halimatusa’diah, M. Si., serta Penulis dan Aktivis Literasi Milastri Muzakkar.

Peneliti LIPI, Dr. Halimatusa’diah, M. Si., menyampaikan, beberapa cara dalam mengembangkan visi perusahaaan diantaranya dengan menjaga Sumber Daya Manusia (SDM), dan komunikasi yang tidak hanya bersifat interaktif, namun dapat memengaruhi banyak orang. Dirinya berprinsip yaitu dimanapun berpijak tetap evaluasi diri dan kenali diri sendiri, karena hidup tidak ada pencapaian titik akhir.

“Bukan hanya evaluasi, namun tetap aktif. Sukses itu sebenarnya hanya puncak gunung es. Jadi mereka tidak akan tahu, bagian bawah apa yang terjadi, karena yang dilihat hanya puncaknya saja,” ungkapnya.

Dirinya menambahkan, kita harus membangun relasi dan perlunya laboratorium khusus sehingga mahasiswa PMI dapat mengetahui tujuan masing-masing. Menurutnya, PMI hanya menjadi pijakan awal dalam mencapai puncak sukses, karena dalam mencapai kesuksesan tentu akan merasakan banyak perjuangan dan pengorbanan yang harus dilewati.

“Nikmati saja prosesnya, intinya kepercayaan diri dan tau posisi. Tinggal bagaimana dirinya akan membangun ke depannya,” ujarnya.

Penulis sekaligus Aktivis Literasi, Milastri Muzakkar mengatakan, berdasarkan pengalaman dirinya banyak yang minat dengan jurusan PMI. Namun, baginya tidak menjadi persoalan mengenai apa jurusannya, tetapi apa yang bisa diperbuat.

“Kuncinya harus ingin maju, bergabung dengan banyak orang di dalam organisasi, serta produktif dalam minat sendiri,” ujarnya.

Dirinya menjelaskan, terdapat beberapa faktor seseorang dalam memilih pekerjaan. Dalam memotivasi pekerja di lapangan, cukup dengan mengingatkan kembali tujuan mereka. Artinya, bagaimana dia mengalami percobaan kembali minat dan keinginan di bidang tersebut.

“Ada kemungkinan seseorang bekerja karena terpaksa, hal tersebut perlu ditangani dengan cara kita harus mampu mengembalikan kepercayaan diri orang tersebut, membantunya dalam mengelola waktu, serta membantunya dalam mengelola emosi,” ungkapnya.

(Sitta Sakinatu Yassaroh)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *