Tidur Tanpa Mimpi, Tanda Kualitas Tidur Buruk

Perhatikan kualitas tidur Balamuda, apakah bermimpi atau tidak? Sumber foto: merdeka.com


Tidur merupakan kebutuhan dasar manusia untuk beristirahat. Sebuah penelitian menemukan, epidemik kehilangan mimpi ada kemungkinan merupakan akar dari banyak penyakit yang disebabkan kurang tidur, lho, Balamuda. Dengan begitu, bahaya kesehatan masyarakat yang tidak dikenal dapat menyebabkan depresi lebih lanjut.

Lalu, bagaimana seseorang dapat bermimpi, ya?

Dilansir dari laman Alodokter, Dokter spesialis kecantikan, kosmetik, dan perawatan diri, dr. Theresia Yoshiana mengatakan, mimpi umumnya terjadi pada fase REM (Rapid Eye Movement) atau fase tidur lelap. Pada kondisi tersebut, otak akan mengeluarkan gelombang delta dan seseorang mengalami mimpi lho, Balamuda.

Terjadinya mimpi menandakan otak seseorang tetap aktif walaupun dirinya tertidur. Gelombang delta membuat pikiran begitu kreatif sehingga menimbulkan gambaran dan ide berbentuk mimpi. Daebak! Perlu Balamuda ketahui, tidur dibagi dalam beberapa fase, yakni fase tidur ringan, fase tidur agak lelap, fase non REM dan fase REM. Nah, Balamuda sering mengalami fase yang mana nih?

Apakah tidak mimpi akan berpengaruh pada kesehatan?

Tidak pernah bermimpi saat tidur, bukan berarti kondisi medis berbahaya ataupun tanda penyakit, Balamuda. Yang perlu diperhatikan adalah kualitas tidur yang dialami seseorang. Kualitas tidur yang tidak baik diakibatkan gangguan pola tidur seperti insomnia dan jika berkepanjangan dapat menyebabkan gangguan kesehatan yang lain, nih. Oleh karena itu, Balamuda harus pandai mengatur pola tidur, jangan begadang terus, ya!

Hmmm, bagaimana tanggapan para psikolog dunia terkait mimpi, ya?

Dikutip dari Time, menurut spesialis tidur dan mimpi, University of Arizona Center for Integrative Medicine, psikolog Rubin Naiman, mimpi ternyata mekanisme penting bagi tubuh untuk memperbaiki diri lho, Balamuda. Mimpi juga merupakan bagian dari proses belajar dan konsolidasi memori di otak. Seseorang yang tidak bermimpi bisa saja mengalami kurang tidur. Beberapa masalah kesehatan sebenarnya terkait dengan ketidakcukupan waktu tidur dalam fase REM.

Menurut psikolog Emeritus Rosalind Cartwright, bermimpi saat tidur sama seperti memiliki terapis internal pribadi. Mimpi terlepas dari baik atau buruk adalah hasil asosiasi pikiran terhadap perasaan yang sama dengan sebelumnya.

Dikutip dari Huffpost, psikolog John S. Antrobus yang sempat menjadi peneliti tidur di City College of New York mengatakan, mimpi adalah respon untuk menghadapi emosi sehingga terasa lebih baik keesokan harinya. Jika kualitas tidur Balamuda buruk, maka Balamuda mungkin tidak akan bermimpi.

Nah itu dia penjelasannya! Balamuda harus tahu nih faktor yang menyebabkan penurunan kualitas tidur, Balamuda. Yuk segera diperbaiki, karena kualitas tidur berpengaruh pada kesehatan mental, lho, Balamuda!

(Milla Rosa)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *