Hari Persahabatan Internasional: Jalin dan Pahami Makna Persahabatan

Perbaiki Hubungan Antarsesama di Hari Persahabatan Internasional. Sumber foto: magazine.job-like.com


Hari Persahabatan Internasional adalah hasil inisiatif United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) yang membuat proposal dan diberikan kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada 1997 dan diresmikan oleh PBB pada 27 April 2011. Peringatan tersebut dirayakan pada (30/07) untuk menolak kekerasan dan berupaya mencegah konflik antarsesama, serta menjalin persahabatan antarmasyarakat, negara, dan budaya. Sementara itu, PBB mendorong tiap organisasi, pemerintah, kelompok untuk kontribusi meningkatkan solidaritas bersama. PBB pun meyakini persahabatan yang dijalin setiap orang dapat membentuk budaya damai antar komunitas, budaya, serta negara.

Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Kesejahteraan Sosial (Kessos), Husamuddin Fadhil Sinduwardoyo menuturkan, bentuk implementasi dari peringatan Hari Persahabatan Internasional tersebut yaitu dapat dengan memperluas jaringan, tidak mengintimidasi pertemanan, dan tidak membeda-bedakan agama, budaya, dan sosial.

“Penting bagi masyarakat Indonesia memahami dan mengetahui esensi dari peringatan ini, mengingat beragamnya latar belakang masyarakat Indonesia, yang berpotensi menimbulkan beberapa konflik,” ujarnya.

Dirinya menjelaskan, peringatan tersebut berkesinambungan dengan nilai sila ketiga yang berbunyi Persatuan Indonesia, sehingga Hari Persahabatan Internasional ini menjadi tolok ukur bagi seluruh elemen masyarakat Indonesia.

“Kita ini disatukan dengan ideologi yang sama yaitu pancasila. Sayangnya, peringatan ini belum terlalu masif diketahui oleh masyarakat Indonesia seutuhnya, mungkin baru beberapa kalangan saja,” ucapnya.

Dirinya berharap, semoga Hari Persahabatan Internasional tersebut bukan hanya sekadar peringatan semata, namun terdapat makna yang dapat kita rasakan, bahwa persahabatan harus ditanamkan mulai dari lingkup terkecil hingga yang lebih luas.

Mahasiswa Fakultas Psikologi (FPsi), jurusan Psikologi, semester dua, Hanifa Faizah Ramadhani menilai, persahabatan penting untuk membangun karakter pribadi yang saling memahami, saling mempercayai, mampu bekerjasama, memiliki loyalitas, kejujuran dan untuk memunculkan sikap yang bijak serta dewasa dalam menghadapi masalah apapun, karena persahabatan mengajarkan agar tumbuh bersama dalam perbedaan.

“Persahabatan tanpa konflik itu mustahil, namun terdapat persahabatan yang sehat yaitu dicirikan dengan adanya trust, respect dan grow together. Persahabatan yang sehat dapat dipertahankan dengan sikap saling terbuka satu sama lain dan saling menghargai,” ungkapnya.

Anggota Divisi Program dan Akselerasi Komunitas Pionir Muda UIN Jakarta tersebut melanjutkan, Rasulullah pun menjamin surga bagi para sahabatnya, karena pentingnya peran sahabat bagi Rasul. Dirinya menyimpulkan, sahabat merupakan sebuah nikmat dan anugerah yang harus disyukuri dan dipertahankan terutama sahabat yang satu visi dan misi.

“Menjalin persahabatan dapat saling berlomba dalam kebaikan dan membantu kita di dunia serta di akhirat. Maka, jalinlah  persahabatan karena Allah SWT, sehingga kelak dapat menjadi sahabat sehidup sesurga,” tutur Sekretaris Divisi Syi’ar Lembaga Dakwah Kampus (LDK) Fpsi.

(Falah Aliya)

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *