Menpora: Kewirausahaan Lahirkan Pemuda Indonesia Berkualitas

Aliya Noorayu Laksono saat memberikan materi tentang entrepreneurial skill.


Sulitnya hidup pada masa new normal kini dirasakan oleh seluruh aspek masyarakat. Pada Rabu (29/07), UIN Jakarta menjadi kampus pertama yang bekerja sama dengan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), dalam mengadakan acara yang bertajuk Membentuk Wirausahawan Muda Cerdas dan Kompetitif Menuju New Normal. Acara tersebut merupakan program prioritas yang diperuntukkan masyarakat usia produktif 16 hingga 30 tahun. Tujuannya ialah untuk mendorong minat kewirausahaan masyarakat muda, serta menjawab kegelisahan kaum muda yang baru akan merintis usaha.

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Dr. H. Zainudin Amali, M.Si., mengatakan, Kemenpora akan banyak mengadakan program dan webinar tentang kepemudaan di berbagai kampus di Indonesia, dan kewirausahawan menjadi topik pembahasan yang diharapkan dapat membuka pemikiran pemuda untuk menciptakan sebuah usaha sendiri.

“Bagi masyarakat muda, kewirausahaan biasanya menjadi pilihan terakhir saat tidak kunjung mendapat panggilan pekerjaan. Pemuda Indonesia terbiasa di zona nyaman dengan menjadi karyawan kantoran atau seorang bawahan bos. Oleh karena itu, acara ini akan memberikan banyak ilmu tentang kewirausahaan agar menjadi bekal,” jelasnya.

Dirinya menuturkan, Kemenpora memiliki lima program prioritas yang akan diselenggarakan sepanjang periode 2020 hingga 2024. Webinar tersebut merupakan program prioritas kedua, yaitu pemberdayaan pemuda menjadi kreatif, inovatif, mandiri dan berdaya saing tinggi, serta menumbuhkan semangat kewirausahaan.

“Semoga mereka dapat menciptakan lapangan pekerjaannya sendiri dan tidak bergantung dengan orang lain. Dengan itu, Indonesia akan memiliki pemuda yang berkualitas dan berdaya saing tinggi, sehingga bonus demografi memberikan manfaat yang menguntungkan,” harapnya.

Pembicara webinar dari staf khusus Kemenpora bidang kreatifitas dan inovasi kaum milenial, Aliya Noorayu Laksono mengatakan, saat ingin menjadi wirausahawan kita harus mengembangkan dan memahami entrepreneurial skill sebelum diimplementasikan dalam usaha. Entrepreneurial skill yaitu diantaranya komunikasi, negosiasi, kepemimpinan, problem solving, dan manajemen keuangan, serta kemampuan mengambil keputusan diwaktu yang cepat.

“Salah satu kegiatan yang dapat membangun entrepreneurial skill yaitu dengan mengikuti organisasi dan kegiatan dengan banyak orang. Dengan begitu, softskill yang ada pada diri kita akan terasah dengan sendirinya,” jelasnya.

Dirinya menambahkan, menjadi wirausahawan bukan alternatif seseorang saat tidak bisa menjalani karir yang lain, tetapi itu menjadi pilihan dalam berkarir. Jika digeluti dengan serius, maka akan memberi keuntungan untuk diri sendiri dan menciptakan lapangan pekerjaan bagi orang lain.

(Rizka Amelia)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *