Kisah Tsana Dibalik ‘Rintik Sedu’

Pemilik nama lengkap Nadhifa Allya Tsana atau kerap kali dikenal dengan Rintik Sedu. Wanita berumur 22 tahun kelahiran Jakarta, 4 Mei 1998 ini memiliki hobi menulis sejak SMP. Melalui laman youtube detik.com, dirinya menceritakan perjalanan awal ‘Rintik Sedu.’ Sebagai seseorang yang memiliki hobi menulis, tentu dirinya ingin tulisannya dibaca orang lain. Namun, selama tiga bulan, setiap hari Jumat ia selalu mengirimkan ceritanya untuk mading sekolah, tidak pernah satu kalipun cerita tersebut dipajang.

“Mungkin bagi mereka itu cerita yang absurd. Mungkin orang taruh di mading pun ngga ada yang baca. Jadi buat apa ditempel,” katanya.

Akhirnya ia meminta kembali karya yang telah dikirimkan untuk mading tersebut. Lalu memutuskan untuk mulai menulis di blog, tanpa perlu memikirkan ada yang membaca atau tidak. Baginya yang terpenting ialah dirinya telah mempublikasikan cerita tersebut dan tidak menyimpannya sendiri. Hingga muncul satu komentar di laman blognya, menyarankan dirinya untuk menulis di platform Wattpad yang tengah hype kala itu. Akhirnya dirinya mencoba menulis cerita ‘Geez dan Ann.’ dan mendapatkan respon positif ketika cerita tersebut dipublikasi.

“Komennya baik-baik. Lalu ada editor yang nge-DM dan email aku. Akhirnya membukukan buku pertamaku itu,” ujarnya.

Nama Rintik Sedu dibuat bukan terpikir sebagai nama pena atau samaran. Tapi cara untuk menyembunyikan identitasnya agar teman-temannya tidak mengetahui yang menulis buku tersebut adalah Tsana. Rintik itu bermakna lebih ringan daripada hujan. Orang yang terkena rintik akan lebih mudah kering dibanding orang terkena hujan. Lalu ia menggabungkan dengan sedu yang memiliki makna isakan orang menangis atau segala sesuatu yang sedih. Jadi ketika seseorang membaca karyanya seperti rintik, yang mudah kering dan cepat berlalu.

Hal yang ditulisnya hanya persoalan lingkungan sekitar yang tak jauh dari hidupnya. Dirinya juga menyesuaikan masalah yang kerap kali dialami oleh para pembacanya. Dalam membuat tulisan, kebanyakan dirinya lakukan ketika berada di transportasi umum. Bahkan kerap kali sumber ide muncul selama di perjalanan. Sejak 20 Juli 2016, Tsana mulai membagikan tulisan di laman instagram @rintiksedu. Bahkan saat ini pengikut instagram rintik sedu sudah mencapai 2 juta. Lalu pada 23 Mei 2019, Tsana mengawali podcastnya di platform Spotify. Awal tahun 2020, rintik sedu juga mulai berkarya melalui youtube. Pada 12 Mei tahun ini, Rintik Sedu resmi menghapus akunnya di wattpad dan kembali aktif di laman blog sebelumnya. Dirinya merasa platform tersebut tidak tepat untuknya,

Ada 7 buku yang telah berhasil ditulisnya, diantaranya: Gezz dan Ann #1 (2017), Gezz dan Ann #2 (2017), Buku Rahasia Gezz (2018), Buku Minta Dibanting (2020), Masih Ingatkah Kau Jalan Pulang (2020), dan Gezz dan Ann #3 (2020). Menurutnya, dari beberapa tulisan yang telah terbit, yang menarik adalah ‘Buku Minta Dibanting.’ Buku tersebut seperti candaan baginya. Karena bukunya dipersembahkan untuk orang yang kesulitan dalam mengungkapkan. Untuk kedepannya, akan ada lanjutan dari buku tersebut, yakni ‘Buku Minta Dipeluk dan ‘Buku Tahan Banting”.

“Pesanku untuk anak muda yang suka nulis, apalagi sekarang tuh semua serba digital ya. Jadi kalau memang suka, plis banget ditekunin dan konsisten. Terus jangan melulu berfikiran tentang angka-angka kayak, ‘ih yang baca baru dikit, ih followersnya kok ngga naik-naik.’ Karena aku pun merasakan itu. Rintik sedu dua tahun umurnya tuh 7 orang yang follow. Itupun temenku doang. Semuanya memang benar-benar dari nol dan enjoy the process,” ungkapnya saat diwawancarai detik.com.

(Milla Rosa)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *