Pentingnya Berpikir Kritis Lawan Berita Hoaks

Cermati dan waspada berita hoaks. Sumber foto: Pmjnews.com


Di tengah era globalisasi yang serba digital saat ini, banyak terdapat berbagai macam teknologi maju, tak terkecuali pada bidang media. Saat ini, berita hoaks seringkali muncul di laman media sosial masyarakat, hal tersebut pun mengakibatkan berbagai dampak yang meresahkan dan membuat kepanikan pada lingkup masyarakat. Maka, pentingnya berpikir kritis merupakan kunci dalam mencegah penyebaran berita hoaks yang tersebar.

Dosen Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (FDIKOM), Dra. Berliana Lukitawati, M. Ilkom, menuturkan, media online merupakan faktor utama dalam penyebaran berita hoaks di berbagai media sosial masyarakat. Era yang serba digital saat ini, menyebabkan media online memiliki sifat yang sangat cepat, sehingga sesuatu pun dapat diduplikasi dalam hitungan detik.

“Media online memiliki sifat kerja yang sangat cepat, sehingga suatu berita bisa cepat diduplikasi ulang dalam hitungan detik. Faktor kemampuan manusia yang ahli di bidang framing, mengkonstruksi berita dan memancing dengan judul clickbait, memudahkan tersebarnya berita hoaks,” jelasnya.

Dosen pengampu mata kuliah Jurnalistik tersebut mengatakan, berpikir kritis merupakan hal penting dalam menerima suatu berita. Berpikir kritis adalah cara berpikir logika alamiah yang sudah seharusnya ada pada diri seseorang. Mengecek sumber berita dan melaporkan hal tersebut kepada pihak berwajib merupakan langkah mencegah penyebaran berita hoaks.

“Selalu cek sumber yang berbeda dengan berita yang sama. Jika domain belum terverifikasi dengan jelas, bisa jadi berita tersebut tidak layak untuk dipercaya. Gunakan laman data turnbackhoax untuk mengecek suatu berita. Mahasiswa pun jangan sungkan untuk memberikan sanggahan dengan berita yang tepat jika di dalam sebuah media sosial terdapat hoaks,” ujarnya.

Mahasiswa FDIKOM, jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI), semester tiga, Aqeel Akbar mengatakan, permasalahan hoaks harus segera dibasmi. Media diharapkan tetap menjadi sumber berita yang terpercaya. Berpikir kritis juga merupakan salah satu cara agar berita hoaks dapat dicegah.

“Saat ini banyak sekali berita tidak jelas yang meresahkan serta menakut-nakuti masyarakat awam. Apalagi saat ini masih pandemi, yang menyebabkan masyarakat semakin takut dengan pemberitaan yang ada. Media harus berperan menjadi sumber valid dan tidak menyebarkan berita hoaks yang hanya membuat resah dan panik masyarakat awam,” ujarnya.

Dirinya berpesan, dengan banyaknya berita hoaks, hal tersebut diharapkan dapat ditindak dengan tegas, agar oknum yang tidak bertanggung jawab tidak sembarangan dalam menyiarkan suatu berita. Penyiaran berita harus sehat dan terlindungi agar masyarakat mendapatkan kualitas informasi yang baik.

(Rasya Azzahra)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *