Wujudkan Lingkungan Kampus Bebas Kekerasan Seksual

Pelecehan seksual kerap kali dialami oleh perempuan. Sumber foto: haloodoc


Menurut Komisioner Subkom Pemantauan Komnas Perempuan, Siti Aminah Tardi, pelecehan seksual merupakan salah satu bentuk kekerasan seksual. Korban pelecehan seksual dapat menimpa siapa saja dan kerap terjadi beberapa kali pada perempuan di wilayah Tangerang Selatan. Pada Februari lalu, mahasiswa Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Jakarta mengalami pelecehan di belakang gedung Ikatan Mahasiswa Muhamadiyah (IMM), Jalan Haji Nipan, Ciputat. Dalam mencegah hal tersebut tidak terulang kembali, maka perlunya mewujudkan kampus yang aman dari kekerasan seksual.

Presiden Jurusan Hukum Keluarga, Nanda Humaratuzzahra mengatakan, dirinya berencana mengadakan kegiatan rutin sebagai bentuk penggalakan terhadap kekerasan atau pelecehan seksual. Kegiatan tersebut juga akan dilaksanakan secara daring dan terbuka untuk umum. Hal tersebut merupakan langkah awal dari mahasiswa jurusan Hukum Keluarga, sebagai edukasi dan pengetahuan dasar yang harus dimiliki oleh mahasiswa.

“Selain menambah pengetahuan, kegiatan yang akan berlangsung secara rutin ini juga sebagai upaya pencegahan. Agar jika suatu saat melihat atau justru mengalami, mahasiswa sudah mengetahui apa yang haruis dilakukan,” katanya.

Founder Gender Talk, Dara Ayu Nugroho Putri mengatakan, secara garis besar kekerasan seksual adalah aktivitas atau perilaku seksual yang dilakukan seseorang tanpa persetujuan. Kekerasan seksual terbagi menjadi 15 macam, seperti pelecehan seksual, aktivitas arbosi, pemaksaan pernikahan, perkosaan, kekerasan berbasis online, dan lainnya.

“Bahkan kekerasan secara verbal atau non verbal termasuk dalam kekerasan seksual,” ujarnya.

Dirinya menambahkan, jika mahasiswa mengalami kekerasan seksual, maka ada beberapa hal yang dapat dilakuan. Pertama, mencari orang yang paham akan tentang persoalan gender. Kedua, jika cara pertama gagal, maka dapat menghubungi hotline yang fokus dalam menangani kekerasan seksual.

“Buat temen-temen yang mendapatkan cerita dari temannya mengenai kekerasan seksual, penting banget untuk peduli tanpa menyalahkan korban. Sebab itulah, edukasi mengenai kekerasan seksual ini penting bagi siapapun,” katanya.

(Milla Rosa)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *