Kabar Baik Vaksin Sinovac Telah Penuhi Syarat Label Halal MUI

Penampakan vaksin Sinovac yang saat ini sudah memenuhi syarat halal MUI. Sumber foto: portofolio.hu


Vaksin Sinovac merupakan vaksin Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) asal China yang termasuk dalam 11 kandidat vaksin, yang telah memasuki tahap uji klinis fase tiga di lima negara termasuk Indonesia. Dalam perkembangannya di Indonesia, vaksin Sinovac sudah memenuhi syarat untuk mendapatkan label halal oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI). Hal tersebut disampaikan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) pada jumpa pers secara daring, Kamis (26/11).

Dilansir dari Republika.co.id, Kepala BPOM, Dr. Ir. Penny Kusumastuti Lukito, MCP., mengatakan, aspek mutu dari hasil yang didapatkan inspeksi BPOM, Biofarma dan MUI, aspek halalnya bisa dikatakan sudah memenuhi, dan sesuai aspek obat yang baik.

“Aspek kehalalan vaksin telah diperiksa MUI. Sementara itu, MUI sedang dalam proses membahas soal fatwa vaksin Covid-19 dalam Musyawarah Nasional MUI yang digelar pada 25-27 November,” sebut Penny.

Sedangkan, Penny mengaku, BPOM terus memantau perkembangan uji coba vaksin Sinovac yang memasuki uji klinis fase tiga di Bandung. BPOM mengumpulkan data uji klinis Sinovac yang nantinya dipadukan dengan data dari negara lain, seperti Brazil.

“Keamanan akan terus kita pantau selama tiga sampai enam bulan penuh ke depan. Kita butuh vaksin yang tidak hanya bermutu dan aman, tapi juga efektif, dan memiliki khasiat yang baik,” katanya.

Mahasiswa Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (FDIKOM), jurusan Bimbingan Penyuluhan Islam (BPI), semester tujuh, Siti Maulidya Chairunnisa menuturkan, sertifikasi halal ini sangat penting, sebab di Indonesia sudah ada undang-undangnya bahwa semua produk termasuk vaksin harus bersertifikasi halal dan untuk memperoleh kepercayaan dari masyarakat Indonesia yang bermayoritas umat Islam.

“Namun, harus ada transparansi terkait pengujian halalnya, agar masyarakat percaya dan tidak khawatir, terutama hal ini untuk keselamatan nyawa manusia dan masyarakat pun tidak bisa sembarang percaya begitu saja terhadap hal-hal yang kaitannya dengan nyawa. Sehingga, jika memang terindikasi untuk kepentingan tertentu, bisa segera ditindaklanjuti,” keterangannya kepada reporter RDK FM, Jumat (27/11).

Sekretaris Remaja Masjid Student Center (RMSC) UIN Jakarta tersebut berharap, semoga MUI bisa terus mengawasi dan memantau proses peluncuran vaksin Covid-19 agar benar-benar halal tanpa ada kandungan yang haram sedikit pun.

“Dengan keluarnya fatwa dari MUI mengenai vaksin yang akan digunakan tersebut semoga dapat menjadi wasilah terputusnya mata rantai Covid-19, tentunya kita tetap harus waspada terhadap kemungkinan akan adanya efek samping dari vaksin tersebut,” tambahnya.

(Falah Aliya)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *