Praktik Mahasiswa PMI UIN Jakarta di Masa New Normal

Dosen PMI UIN Jakarta, Rosita Tandos, M.A., M. ComDev, Ph. D., saat memaparkan materi webinar.


Melihat masih banyaknya masyarakat yang kurang menerapakan protokol kesehatan di era new normal pandemi Corona Virus Disease (Covid-19), Pengembangan Masyarakat Islam (PMI) UIN Jakarta menggelar Webinar bertajuk “Partisipasi Pengembangan Masyarakat Islam bagi Peningkatan Kualitas Kesehatan dan Kehidupan Sosial di Masa New Normal”, pada Jumat (27/11), melalui aplikasi zoom meeting.

Dosen PMI UIN Jakarta, Rosita Tandos, M.A., M. ComDev, Ph. D., mengatakan, partisipasi masyarakat penting karena warga dapat mengidentifikasi solusi terbaik untuk komunitasnya masing-masing dan memberikan wawasan tentang stigma dan hambatan struktural, serta bekerja dengan orang lain dari komunitas mereka untuk device tanggapan kolektif.

“Dalam masa pandemi ini, pemerintah harus bekerja membangun solidaritas budaya, kepercayaan, dan kebaikan. Selain itu, diperlukannya komunikasi yang jelas, informasi yang konsisten dan transparan,” ungkapnya.

Menurut dosen Dasar-Dasar Pengembangan Masyarakat Islam tersebut, praktik mahasiswa PMI dengan lebel Islam tentunya lebih spesifik perannya pada kelompok tertentu. Namun, dampak yang diberikan diharapkan dapat dirasakan untuk masyarakat luas. Berbicara PMI tentunya berkaitan dengan agama. Ketika kita bicara juga agama, dalam hal ini cakupannya ada tiga poin penting yaitu pemimpin agama, organisasi keagamaan, penganut agama tersebut.

“Model empowerment dalam pengembangan masyarakat menjadi lebih holistik melalui pendekatan sosial seperti intervensi psikososial (membuat konseling masyarakat). Lalu melalui pendekatan kesehatan, pendekaatan pendidikan, serta pendekatan ekonomi dengan cara bagaimana menjadikan ekonomi tetap tumbuh di masa pandemi,” ungkapnya

Menurutnya, langkah untuk merealisasikan upaya empowerment dengan cara meningkatkan terbangunnya kesadaran, kemampuan untuk merespon masalah dan terbangunnya collective responsibility and success, dan sustainability.

Dosen Program Studi Pendidikan Profesi Dokter UIN Jakarta, dr. Mahesa Paranadipa, M. H., mengatakan, kriteria new normal menurut WHO yaitu transmisi Covid-19 sudah terkendali, kapasitas kesehatan yang memadai tersedia untuk mendeteksi, menguji, mengisolasi semua kasus, mengurangi risiko pada tempat yang berisiko tinggi, upaya penetapan tindakan pencegahan di tempat kerja, serta risiko penyebaran dapat dikendalikan, dan terakhir community engagement.

“Akhlak seorang muslim ketika menghadapi wabah adalah berbaik sangka kepada Allah SWT, tata kepada pemimpin, menjaga kebersihan diri dan lingkungan, menghindari lokasi wabah atau tidak keluar dari lokasi wabah, serta berobat jika mengalami sakit, dan menyampaikan informasi yang benar,” sebutnya.

Dirinya menambahkan, menanggapi resesi yang terjadi di Indonesia, maka sebaiknya muslim Indonesia memberi contoh yang baik dengan menggalakan zakat, infak dan juga sedekah dengan tujuan dapat meringankan  beban saudara kita yang terdampak resesi.

(Diah Ayu)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *