Euforia Debat Kandidat Pemilwa 2020 FDIKOM

Setelah mengalami penundaan jadwal debat kandidat Pemilihan Mahasiswa (Pemilwa), diakibatkan persengketaan berkas calon yang naik banding, baru diselesaikan melalui Mahkamah Pemilihan Mahasiswa (MPM) pada pukul 01.00 dini hari. Akhirnya Komisi Pemilihan Mahasiswa (KPM) koordinator Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (FDIKOM) melaksanakan debat pada Senin (30/11) melalui virtual zoom meeting.

Pelaksanaan Pemilwa yang tidak sesuai jadwal, semenjak diumumkan melalui akun instagram @official.kpmuinjkt, menjadikan seluruh mahasiswa UIN Jakarta menunggu kepastian untuk melaksanakan pesta demokrasi. Debat tersebut adalah momentum calon kandidat untuk unjuk gigi dalam menyampaikan visi, misi, dan gagasannya kepada panelis dan seluruh mahasiswa. Debat tersebut penting dalam melihat kualitas para calon kandidat untuk layak dipilih oleh mahasiswa.

Wakil Dekan (Wadek) Tiga Bagian Kemahasiswaan, FDIKOM, Drs. Cecep Castrawijaya M.A., mengatakan, dalam membangun bangsa dan negara, aktivitas kegiatan Organisasi Kemahasiswaan (Ormawa), baik ditingkat universitas, fakultas dan prodi, perlu terdapat regenerasi dalam rangka memberi pengetahuan dan pengalaman kepada penerusnya.

“Pemilwa ini kaitannya dengan kontestasi. Ada yg menang dan kalah. Kita berharap pemenang dapat mengayomi dan yang kalah jangan berkecil hati. Tugas bagian kemahasiswaan adalah memberikan pembinaan dan bimbingan dalam minat dan bakat seperti organisasi. Dalam organisasi menjadi wadah bagaimana kita membuat team work untuk bekerja sama dalam memajukan organisasi,”ujarnya.

Dirinya menambahkan, kegiatan debat Pemilwa adalah proses pendidikan demokrasi. Debat adalah sebuah bahan dalam pola berpikir seseorang. Bahan ini yang dikaji sehingga dapat terealisasikan di kehidupan nyata bermasyarakat. Siapapun yang terpilih, mahasiswa perlu menjaga stabilitas politik di UIN Jakarta. Setiap mahasiswa memiliki hak pilih, maka gunakan sebaik-baiknya.

Ketua Dewan Mahasiswa (Dema) FDIKOM, Muhammad Tsani Irsyadi mengatakan, meskipun pelaksanaannya masih banyak kekurangan, setidaknya Pemilwa tahun ini dapat dilaksanakan setelah seluruh Ormawa menjalani dua periode. Pandemi Corona Virus Desease 2019 (Covid-19) tidak menjadi penghalang dalam melaksanakan Pemilwa walaupun secara daring.

“Bagi teman-teman yang berkontestasi tetap semangat dan selalu menjaga keharmonisan. Mari bersama-sama merayakan demokrasi yang santun dalam bersikap. Tunjukan bahwa FDIKOM menjunjung keharmonisan dalam berdemokrasi,” ujarnya.

(Rizka Amelia)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *