UIN Jakarta Kembali Keluarkan SK Penundaan E-Voting Pemilwa 2020

Gedung Rektorat UIN Jakarta.


Pemilihan Mahasiswa (Pemilwa) mengalami penundaan kembali. Hal tersebut sejalan dengan Surat Keputusan (SK) Rektor tentang Penundaan E-voting, karena masih terdapat proses penyelesaian sengketa calon kontestan Pemilwa yang belum dapat keputusan dari sidang Mahkamah Pemilihan Mahasiswa (MPM). Dalam SK tersebut dikatakan, pelaksanaan E-voting seharusnya dilakukan pada Senin, 30 November 2020, kini diundur menjadi Selasa, 1 Desember 2020. Lantas, bagaimana tanggapan pihak terkait dan mahasiswa terhadap penundaan E-voting tersebut?

Anggota Komisi Pemilihan Mahasiswa (KPM), Nur Khofiah mengungkapkan, dirinya tidak mengetahui mengapa jadwal Pemilwa diundur kembali. Setiap informasi terkini berada di laman instagram @official.kpmuinjkt. Awalnya memang sudah terencana, namun pada akhirnya tidak sesuai dengan timeline yang telah ditetapkan di awal SK.

“Sidang pleno yang banyak diundur-undur terus, sehingga baru terlaksana. Pada sidang tersebut banyak yang hanya mengajukan pembelaan diri saja. Selain itu, berkaitan dengan proses verifikasi, banyak terjadi miss komunikasi, sehingga Badan Pengurus Harian (BPH) menentukan timeline sendiri dan tidak menginformasikan ke KPM juga kepada yang lainnya,” ungkapnya pada Reporter RDK FM saat dihubungi.

Mahasiswa Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (FDIKOM), jurusan Jurnalistik, semester tiga, Rika Salsabila menyampaikan, dirinya mengetahui adanya penundaan E-voting tersebut dan menilai penundaan tersebut mempunyai arti penting bagi kampus dan mahasiswa. Namun, dirinya tidak ingin mengetahui lebih dalam terkait apa yang terjadi, karena hal tersebut memiliki maksud dan tujuan tertentu dengan diberlakukanya penundaan tersebut.

“Pemilwa tahun ini diperlukan komunikasi yang baik, karena kita sebagai mahasiswa memerlukan informasi lebih lanjut,” ucapnya.

Ia menambahkan, sangat wajar ketika KPM menuai banyak kritik, karena Komisi Pemilihan Umum (KPU) di Indonesia pun sama, bahkan dikritik dari berbagai pihak. Dirinya berharap, jangan sampai Pemilwa tahun depan menuai komentar negatif lebih banyak.

(Sani Mulyaningsih)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *