Peresmian Wall Climbing Vertical Rescue Training KMPLHK Ranita

Rektor UIN Jakarta, Prof. Dr. Hj. Amany Burhanuddin Umar Lubis, Lc., M.A., saat webinar.


KMPLHK Ranita mengadakan pengesahan Wall Climbing Vertical Rescue Training Center pada Senin (18/01) melalui zoom meeting. Tujuan didirikannya pembangunan tersebut, yakni sebagai sarana latihan rescue, tidak hanya bagi anggota resmi KMPLHK Ranita, namun selurus sivitas akademika UIN Jakarta. Melalui sarana tersebut, kompetensi yang dilatih tidak hanya penyelamatan kebencanaan, namun juga dapat diaplikasikan dalam penyelamatan Industri.

Rektor UIN Jakarta, Prof. Dr. Hj. Amany Burhanuddin Umar Lubis, Lc., M.A., mengatakan, selamat kepada KMPLHK Ranita yang telah menyelesaikan pembangunan wall climbing training center di UIN Jakarta. Dirinya sangat senang dengan berkegiatan pecinta alam atau lingkungan hidup dan kemanusiaan, karena hal itu sangat penting untuk generasi muda. Bencana alam sudah keniscayaan di Indonesia, maka harus ada yang memikirkan bagaimana upaya menyelamatkan orang yang terkena dampak bencana alam.

“Pada masa pandemi ini kita banyak mengalihkan perhatian kepada materi kesehatan, maka dalam training center tersebut usul saya agar diberi muatan tentang Corona Virus Disease 2019 (Covid-19). Ketika melakukan rescue khususnya pada bencana yang terjadi sekarang maka pecinta alam atau tim rescue harus membantu dan memahami bagaimana menjaga diri serta melakukan protokol kesehatan (Prokes),” kata Amany.

Dirinya menambahkan, bagian kemahasiswaan mendukung selalu kegiatan seluruh mahasiswa. Namun, kita harus bersabar di masa pandemi, agar mematuhi Prokes dan melakukan hal positif lainnya yang mentransformasikan kegiatan rutin yang sudah kita ketahui dalam berorganisasi di Ranita atau UKM lainnya. Ia berharap, diresmikannya pembangunan wall climbing tersebut semoga dapat dimanfaatkan, agar dapat mengembangkan program-program yang sudah ada, namun tetap mematuhi Prokes.

Ketua Umum KMPLHK Ranita, Firman Ahmad menuturkan, proses pembangunan tersebut memakan waktu dua tahun, sehingga hal itu menjadi perjuangan yang tidak mudah dan melewati proses yang sangat panjang. Selain itu, perlu dimaknai bersama sebagai aset untuk Ranita kedepannya. Wall climbing tersebut menjadi yang pertama di Indonesia dengan fasilitas training center vertical rescue.

“Tentu hal tersebut menjadi nilai tambah bagi UIN Jakarta sebagai ikon kampus dan alat kerjasama dengan instansi kemanusiaan lainnya. Semoga dengan adanya wall climbing ini dapat menjadi semangat dan spirit baru dalam memperjuangkan nilai kemanusiaan dan lingkungan hidup untuk kedepannya,” harapnya.

(Sani Mulyaningsih)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *