Tingkatkan Budaya Literasi, PBSI UIN Jakarta Adakan Donasi Pembangunan Saung Baca

Awal 2021 ini diawali dengan berbagai peristiwa duka di tengah wabah Covid-19 yang terus menjangkit Indonesia. Kabar duka muncul lantaran terjadinya sejumlah bencana alam yang merenggut korban jiwa di sejumlah daerah. Mengingat hal tersebut, banyak donasi yang disalurkan untuk korban bencana. Tetapi, mahasiswa jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia tetap fokus dalam pembangunan saung baca di Desa Kukuh Sumpung, Rumpin, Bogor. Donasi ini sudah berlangsung sejak Senin, (18/12/) lalu, hingga awal Februari mendatang.

Ketua Pelaksana, Sofa Urwatul Wusqo mengatakan, donasi ini dilakukan karena mengingat tingkat kualitas literasi Indonesia yang masih sangat rendah, terlebih di daerah terpencil. Pembangunan literasi itu sendiri nantinya diharapkan dapat mengubah pola pikir masyarakat, sehingga masyarakat dapat menjalani kehidupan yang terus berkembang menjadi lebih baik.

“Melalui kegiatan ini diharapkan minat literasi masyarakat Indonesia, khususnya di daerah terpencil dapat tumbuh dan berkembang dengan baik,” katanya.

Kegiatan pengabdian ini merupakan kegiatan kali kedua yang dilakukan Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) PBSI. Namun, untuk kegiatan pembuatan saung baca ini merupakan kali pertama yang dilaksanakan oleh HMPS PBSI.

“Untuk penyaluran donasi nanti, tetap menyesuaikan pada protokol kesehatan. Dengan begitu, kami berharap apa yang diberikan dapat bermanfaat,” harapnya.

Narahubung Donasi Membangun Saung Baca, Nurul Fauziyah menambahkan, bentuk donasi dapat berupa perlengkapan belajar atau sekolah seperti buku tulis, buku-buku bacaan, sepatu, tas, seragam dan pakaian-pakaian bekas yang masih layak pakai. Selain itu, bantuan dapat pula berbentuk dana.

“Dana ini dapat dikirimkan melalui rekenang bank yang tersedia dan aplikasi lainnya sesuai yang tertera di e-flyer,” katanya.

Sasaran utamanya adalah anak-anak di desa tersebut. Namun, jika ada yang berkenan mengikuti kegiatan tersebut selaina anak-anak, maka akan diperkenan pula. Dalam bidang pendidikan maupun kebutuhan, masyarakat di Desa Kukuh Sumpung masih sangat minim. Bahkan, akses menuju desa pun sangat sulit, sebab letaknya berada di atas bukit.

“Kami berharap besar terhadap peningkatan budaya literasi anak-anak di sana sebagai hasil dari program kerja yang dilakukan. Tentunya akan berdampak baik bagi kami sendiri dan juga masyarakat di sana,” tutupnya.

(Milla Rosa)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *