UIN Jakarta Kembali Adakan Pengurangan UKT bagi Mahasiswa Terdampak Covid-19

Berdasarkan terbitan Surat Keputusan (SK) Rektor UIN Jakarta Nomor 107 Tahun 2021 tentang syarat dan mekanisme pengajuan keringanan Uang Kuliah Tunggal (UKT), mahasiswa S1 pada masa pandemi Covid-19, dapat melakukan pendaftaran pengajuan keringanan UKT  mulai 20 hingga 31 Januari 2021. Cara pendaftarannya pun sudah tertera dalam SK, yakni melalui laman PMB UIN Jakarta dan agar pemberkasan lebih mudah, mahasiswa harap memerhatikan kelengkapan dokumen yang dibutuhkan.

Rektor UIN Jakarta, Prof. Dr. Hj. Amany Lubis, M.A., menuliskan dalam surat tersebut, ada empat poin yang dilampirkan, yakni pertama syarat dan mekanisme pengajuan keringanan UKT. Kedua, penurunan satu grade UKT mahasiswa yang bersangkutan, kecuali UKT golongan satu. Ketiga, keringanan ini dilengkapi dengan dokumen yang harus dipenihi dan verifikasi dari tim yang ditunjuk.

“Terakhir, keputusan rektor ini berlaku mulai tanggal ditetapkan sampai berakhirnya semester ganjil tahun 2021/2022,” ungkapnya dalam SK tersebut.

Wakil Dekan (Wadek) III Bidang Kemahasiswaan, Drs. Cecep Castrawijaya, M.A., mengatakan, setuju dengan adanya pengurangan UKT ini. Terlebih pandemi Covid-19 yang masih belum berakhir. Dampaknya pun masih terasa di kehidupan sosial. Dengan adanya bantuan pengurangan ini, diharapkan mahasiswa yang terdampak dapat terbantu dan tetap menjalankan masa perkuliahan sebagaimana mestinya.

“Persiapan fakultas sendiri dalam mengimplementasikan hal tersebut, tentunya sesuai dengan arahan di edaran SK rektor,” tambahnya.

Mahasiswa Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (FDIKOM), jurusan jurnalistik, semester tiga, Amanda Agnes Kasyfillah mengatakan, dari segi persyaratan hampir sama dengan tahun lalu. Semenjak tahun lalu pengurangan ini diberlakukan, tidak sedikit mahasiswa yang merasa terbantu dengan hal ini.

“Selain pengurangan UKT, adapula bantuan kuota. Semoga tahun ini, bantuan tersebut akan dilanjutkan lagi,” katanya.

Dirinya menyarankan agar bantuan ini diberikan secara adil dan diberikan pada mahasiswa yang benar-benar membutuhkan. Sebab, adapula mahasiswa yang merasa dirinya terbebani dengan UKT, namun tidak termasuk dalam kategori yang dituliskan dalam SK. Selain itu, fakultas juga dapat memberikan informasi seputar beasiswa agar ada pilihan lain bagi mahasiswa.

“Untuk menghindari kecemburuan sosial antar mahasiswa, siapapun yang mendapatkan nantinya, memang betul-betul dapat dimanfaatkan dengan baik,” tambahnya.

(Milla Rosa)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *