Peran Perguruan Tinggi dalam Pengembangan Zakat dan Wakaf

Tangkapan layar Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kementerian Agama (Kemenag), Drs. Hj. Tarmizi, M.A., sedang Mengisi Materi Webinar.


Perguruan tinggi memiliki pengaruh besar dalam berbagai aspek di Indonesia, termasuk pada aspek ekonomi. Mengingat, pengembangan zakat dan wakaf saat ini belum secara menyeluruh dipahami oleh masyarakat Indonesia, maka diperlukan kerja sama dengan perguruan tinggi untuk mengoptimalkannya. Sehingga dalam hal ini, Social Trust Fund (STF) UIN Jakarta mengadakan webinar bertajuk Webinar Series VII: Optimalisasi dan Kontribusi Zakat Wakaf di Lingkungan Perguruan Tinggi” pada Rabu, (27/01), secara virtual melalui Zoom Meeting dan Live Streaming Youtube.

Rektor UIN Jakarta, Prof. Dr. Hj. Amany Lubis Burhanuddin, Lc., M.A., menuturkan, optimalisasi dan kontribusi zakat serta wakaf sudah menjadi fokus UIN Jakarta dalam rangka pengoptimalan secara besar, agar hal tersebut dapat menyukseskan dan memperbaiki perekonomian. Dalam hal ini, UIN Jakarta diharapkan dapat lebih bersinergi, saling percaya, dan berkembang bersama, sehingga meningkatkan kualitas dan reputasi kampus.

“Saya rasa umat Islam memiliki potensi yang sangat besar dalam pengembangan zakat dan wakaf, karena pada dasarnya zakat merupakan kewajiban dan wakaf adalah anjuran yang kuat, termasuk bagi kami sebagai perguruan tinggi, baik negeri dan swasta ingin mengembangkan lembaga sosial dan filantropi khususnya di UIN Jakarta, sebagaimana yang juga ada di kampus-kampus lain,” ungkapnya.

Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kementerian Agama (Kemenag), Drs. Hj. Tarmizi, M.A., menjelaskan, tidak bergeraknya persoalan wakaf di Indonesia saat ini, disebabkan masih rendahnya pemahaman pengelola wakaf (nazhir) terkait pengembangan wakaf, dan pengelolaan zakat secara modern.

“Dalam meningkatkan pemahaman perihal zakat dan wakaf, kami terus melakukan berbagai hal seperti sosialisasi dan edukasi melalui digital platform, media sosial, seminar, kuliah umum, talkshow zoom, program pengabdian masyarakat melalui Kuliah Kerja Nyata (KKN) pemberdayaan masyarakat, dan website atau e- learning yang dibuat oleh mahasiswa dan dosen untuk belajar seperti edukasi kalkulator zakat dan wakaf uang,” jelasnya.

Dirinya berharap, perguruan tinggi dapat mencetak lulusan berkualitas yang dapat mengurus zakat dan wakaf dengan menyediakan jurusan manajemen zakat dan wakaf. Sedangkan, literasi wakaf dan zakat penting dilakukan, agar masyarakat, pengelola zakat dan wakaf tidak hanya memahami kewajibannya saja, tetapi paham hal tersebut dapat memperbaiki perekonomian.

(Rasya Azzahra)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *