Bahas Kekerasan Taliban di Afghanistan Bersama PPIM UIN Jakarta

Executive Director CSIS Indonesia, Dr. Philips J. Vermonte, saat mengisi acara


Pusat Pengkajian Islam dan Masyarakat (PPIM), melalui program Convey Indonesia menggelar webinar bertajuk “Taliban dan Counter – Violent Extremism (CVE) Global” yang digelar melalui Zoom dan Live Youtube, pada Jumat (17/9). Acara tersebut, menjadi salah satu pembahasan penting dalam rangkaian Moderasi Beragama Webinar Series ke-24.

Team Leader CONVEY Indonesia, Prof. Jamhari Makruf menyampaikan, 20 tahun yang lalu Amerika datang ke Afghanistan untuk mencari kelompok Al-Qaeda yang diduga menjadi dalang pengeboman di New York. Namun sekarang, kelompok Al-Qaeda digantikan oleh kelompok Taliban dalam menguasai pemerintahan Afghanistan. Hal tersebut, menunjukkan sejarah Afghanistan yang tidak baik melalui kelompok- kelompok tersebut.

“Al-Qaeda mungkin berbeda dengan Taliban. Namun mereka memiliki ideologi yang sama dalam mengatasi perbedaan yang ada, dan tidak memberi kesempatan para wanita dan anak-anak untuk mengenyam bangku pendidikan,” jelasnya.

Dirinya menambahkan, menurut sejarah, terdapat ribuan warga Indonesia yang pernah ikut serta bergabung dengan upaya pembuatan bom dan gerilya yang Taliban lakukan di Afghanistan.

Executive Director of Centre for Strategic and International Studies (CSIS) Indonesia, Dr. Philips J. Vermonte mengatakan, Afghanistan kerap menjadi korban dari persaingan politik global. Kekerasan yang Taliban lakukan di Afghanistan selama 20 tahun terakhir, diperhitungkan telah memakan kurang lebih 46.000 korban jiwa. Kekerasan tersebut, dinilai memuncak dan meningkat empat kali lipat lebih ganas pada April 2021 lalu.

“Taliban memiliki sumber daya keuangan yang rendah untuk sepenuhnya mendanai pemerintahan dan tentara mereka, sehingga memungkinkan terjadinya pemerasan yang akan mereka lakukan kepada warga sipil demi mendanai kelompoknya. Hal tersebut, tentu membahayakan keselamatan warga sipil.” pungkasnya.

(Vania Febriana Friskandiar)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *