Hari Penyandang Disabilitas Internasional: Stop Pandang Sebelah Mata Kaum Difabel

Ilustrasi kaum difabel. Sumber foto: health.detik.com


Sebagai bentuk peringatan Hari Penyandang Disabilitas Internasional yang jatuh pada 3 Desember, Menteri Sosial, Tri Rismaharini menegaskan, tidak boleh ada perbedaan perlakuan terhadap penyandang disabilitas. Hal tersebut ia ungkapkan dalam acara Hari Disabilitas Internasional, pada Rabu (1/12) yang didasari dengan maraknya kasus penyandang disabilitas di Indonesia yang kerap dipandang sebelah mata.

Mahasiswa Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (FDIKOM), jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI), Abdullah Wildan mengatakan, pandangan masyarakat terhadap suatu hal erat kaitannya dengan pembentuk perspektif, yaitu media. Jika media mampu memberikan stigma positif terhadap penyandang disabilitas, maka perlahan masyakarat juga menganggap itu sebagai hal biasa dan tidak ada perlakuan berbeda kepada kaum disabilitas.

“Semua manusia di mata Tuhan sama, tidak ada bedanya. Hal itulah yang juga memberikan peluang kepada penyandang disabilitas untuk termotivasi menjalani hidup, karena mereka juga mampu mewujudkan impiannya,” ujarnya.

Mahasiswa, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK), jurusan Manajemen Pendidikan, semester tiga, Mulyati mengatakan, perilaku memandang sebelah mata terhadap kaum disabilitas adalah sebuah hal yang tidak wajar. Perilaku seseorang tersebut, biasanya berlandaskan keterbatasan yang dimiliki kaum disabilitas dan menganggapnya sebagai individu yang lemah, padahal kenyataannya tidak demikian.

“Keterbatasan yang dimiliki penyandang disabilitas bukan menjadikan mereka sebagai individu yang lemah. Pada dasarnya, sesuatu yang berada di posisi rantai terlemah merupakan sesuatu yang paling kuat, karena perlu usaha lebih banyak untuk menjalankan sesuatu di atas keterbatasannya dan bersaing dengan seseorang yang tidak memiliki keterbatasan,” jelasnya.

Dirinya menambahkan, perkataan Menteri Sosial mengenai semua pihak harus mempunyai hak dan kewajiban yang sama, adalah suatu yang benar. Karena, setiap individu memang mempunyai hak untuk mendapatkan kemudahan, kesempatan dan perlakuan yang baik untuk mencapai keadilan, termasuk kaum disabilitas.

(Sastra Yudha)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *