Resmi Dipecah, FK dan FIK Benahi PR yang Tersisa

Pemisahan Fakultas Kedokteran dan Fakultas Ilmu Kesehatan telah diresmikan mulai 26 Februari 2018, sesuai dengan Surat Keputusan (SK) Rektor Nomor 141 A 2018, tentang penutupan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) dan pembukaan Fakultas Kedokteran (FK) dan Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK). Dengan ditutupnya FKIK, seluruh organisasi struktural yang melekat, juga resmi dinyatakan bubar. Nyatanya, pemecahan fakultas menyisakan pekerjaan rumah (PR) yang masih harus dibenahi.

Kepala Bagian (Kabag) Tata Usaha (TU) FK, Rasi’in mengatakan, mulai dari 26 sampai 28 Maret, FK dan FIK mengalami kekosongan jabatan, karena 1 Maret, baru terbit SK pengangkatan Dekan FK dan FIK. Ia mengatakan, selama kekosongan jabatan itu, berdampak pada tidak diperbolehkannya kegiatan, serta tidak boleh adanya pengeluaran anggaran. Lebih jauh lagi Rasi’in memaparkan, pada 20 Maret baru diterbitkan SK tentang pengangkatan Kabag, Kasubag, serta seluruh wakil dekan (wadek) FK maupun FIK. “Hhingga saat ini, pegawai-pegawai yang sebelumnya bekerja di FKIK, belum mendapatkan kejelasan terkait penempatan kerja di fakultas yang sudah terpisah ini, karena masih menunggu keputusan rektor,” akunya.

Lebih jauh Rasi’in memaparkan, masalah lain yang terjadi adalah terkait pembagian aset, yang sebelumnya dipakai bersama-sama, atas nama satu fakultas. Dirinya merasa pemisahan fakultas ini memiliki tujuan yang baik, tetapi niat yang baik juga harus dibarengi dengan persiapan secara infrastruktur maupun secara managerial. “Dengan terpisahnya FK dengan FIK ini seharusnya, SDM juga harus dipersiapkan, karena jika SDM FKIK berjumlah 100 orang, maka ketika fakultas tersebut dipisah seharusnya masing-masing fakultas memiliki SDM 100 orang, bukan SDM yang sebelumnya 100 orang dibagi untuk fakultas yang terpecah,” paparnya.

Terkait visi-misi fakultas, Rasi’in menjelaskan, sejak terbitnya keputusan pembukaan fakultas baru, sudah dibarengi dengan adanya visi misi. Tetapi masih diperlukan kajian lebih dalam lagi, karena visi misi fakultas harus sejalan dengan visi misi UIN Jakarta. Untuk saat ini, pihak FK sedang mempersiapkan untuk penilaian akreditasi fakultas, sebagai langkah awal pihak fakultas membentuk tim akreditasi baik fakultas maupun program studi. “Semoga FK dan FIK akan jauh lebih baik lagi, dari segi pengelolaan serta pelayanan kepada mahasiswa,” tandasnya.

Mahasiswa Kedokteran semester dua, Danu Setiyawan mengatakan, pemisahan fakultas ini tidak memberikan dampak yang terlalu signifikan untuk mahasiswa, baik dari pembelajaran maupun pelayanan dari pihak fakultas. “Semoga dengan dipisahnya FK dengan FIK ini, dapat membuat masing-masing fakultas jauh lebih baik dan lebih berkembang lagi,” harapnya.

(Muhamad Fajan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *