Ikuti Kebijakan Nasional, UIN Jakarta Tambah Golongan UKT

Telah ditetapkan Surat Keputusan (SK) Rektor UIN Jakarta tentang penambahan golongan Uang Kuliah Tunggal (UKT) dari awalnya lima golongan, menjadi tujuh golongan, pada Rabu (18/4). Hal ini dilakukan karena mengikuti kebijakan nasional, yang diikuti oleh semua Perguruan Tinggi Negeri (PTN) di seluruh Indonesia. Kebijakan ini akan berlaku mulai tahun ajaran baru, dan tidak akan berpengaruh pada biaya kuliah mahasiswa di tahun sebelumnya. Namun, banyak mahasiswa yang belum mengerti akan kebijakan tersebut.

Rektor UIN Jakarta, Dede Rosyada menjelaskan, ada beberapa UKT yang ditambah nominalnya. Hal ini disebabka, ada beberapa jurusan yang membutuhkan biaya lebih, seperti jurusan yang berbau sains. Dede menganggap, biaya kuliah UIN Jakarta sangatlah murah. Terlebih, dengan jurusan favorit seperti kedokteran, manajemen, yang biayanya tidak seperti di PTN lainnya. Namun, untuk jurusan yang berbau agama, kenaikannya tidak signifikan. “Hal ini karena, tidak membutuhkan barang sekali pakai. Begitupun dengan jurusan yang berbau sosial,” jelasnya. Menurut Dede, banyak juga orang tua mahasiswa, yang tertarik mendaftarkan anaknya ke UIN Jakarta karena, biaya kuliahnya yang tidak memberatkan. “UIN Jakarta sudah terakreditasi A, dan setara dengan PTN favorit di Indonesia. Maka akan lebih baik jika biaya UKT UIN Jakarta juga kompatibel dengan PTN lainnya,” pungkasnya.

Mahasiswa Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (Fdikom), jurusan Jurnalistik, Muhammad Alwy Ramadhan menganggap, UKT UIN Jakarta yang murah, hanya menurut kaum elitis. Padahal, mayoritas mahasiswa adalah masyarakat menengah ke bawah. “Jika penambahan biaya UKT untuk kebutuhan fakultas atau jurusan, bisa dilihat secara jelas, adakah perubahan atau perbaikan dari fasilitas? Terpenuhikah semua kebutuhan yang ada? Juga, biaya untuk Himpunan Mahasiswa (HMJ) atau Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) apakah benar sudah disalurkan?” komentarnya. Transparansi dana, menurut Alwy, hal ini sangat dibutuhkan oleh mahasiswa, agar tahu kemana uang yang dibayar selama ini serta dipergunakan untuk apa. Alwy berharap, agar mahasiswa UIN Jakarta, rektorat serta jajarannya, bisa mengetahui iklim ekonomi di Indonesia, yang tidak semuanya sama. “Serta menjadikan dunia pendidikan untuk mencedardaskan anak bangsa, bukan menjadikan dunia pendidikan sebagai ladang mencari keuntungan sebesar-besarnya,” tandasnya.

(Alya Safira)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *