Gun Gun Heryanto: “Problematika Komunikasi Politik di Indonesia Selalu Melibatkan Media dan Masyarakat”

Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (Fdikom) telah mengadakan bedah buku yang berjudul “Problematika Komunikasi Politik” dari penulis Gun Gun Heryanto, Senin (23/4) bertempat di Teater Profesor Aqib Suminto, lantai dua Fdikom. Bedah buku ini membahas isi buku yang cukup menjawab keresahan dinamika komunikasi politik yang terjadi dalam kondisi politik belakangan ini.

Penulis buku Problematika Komunikasi Politik, Gun Gun Heryanto memaparkan, segala sesuatu yang ditulis itu abadi, karena pikiran yang liar itu butuh wadah, dan wadah bagi dirinya adalah tulisan yang sudah menjadi hobinya. Baginya, tulisan itu seperti ruang bernafas, apabila dicabut berarti hilang juga potensi kehidupan. Dalam buku ini, membahas komunikasi politik sebagai ranah yang sangat kompleks, yaitu banyaknya problematika di dalamnya. “Ada aktor personal, institusional, partai politik, serta media massa. Terdapat berbagai macam  problematika yang kompleks dalam komunikasi politik yaitu, benefit of office,” terangnya.

Gun Gun melanjutkan, maksud dari benefit of office adalah jika ingin bergabung, keuntungan apa yang akan diberikan. Kedua adalah komunikasi politik persuasif adalah tindakan yang telah diatur untuk menarik perhatian masyarakat. Ketiga adalah sesuatu yang banyak dibicarakan orang yang menuai pro dan kontra, contohnya tagar #2019GantiPresiden. Problematika komunikasi politik selalu melibatkan media dan masyarakat. “Masyarakat zaman sekarang mudah mengikuti orang yang menjadi panutannya. Semoga mahasiswa saat ini bisa menjadi  aktivis literasi politik yang bisa bekerja, bergerak dan bermanfaat untuk orang banyak,” tandasnya.

Ketua pelaksana acara, Muhammad Faisal Bahri mengatakan, timnya memilih Gun Gun Heryanto sebagai pembicara, karena ia merupakan dosen Fdikom yang sudah memiliki pengetahuan di ranah politik yang mendalam. Gun Gun juga penulis dari buku Prolematika Komunikasi Politik. “Isi buku ini sangat berguna untuk mahasiswa, karena komunikasi politik sendiri bermaksud untuk mengarahkan pada kebaikan bangsa,” ujarnya. Faisal berharap, agar mahasiswa bisa memperbaiki kemampuan dari segi komunikasi, dan acara bedah buku ini bisa memberi manfaat untuk mahasiswa.

Mahasiswa Fdikom, jurusan KPI semester dua, Zakky Riswanto mengatakan, bedah buku ini sangat bermanfaat untuk mahasiswa, karena mahasiswa harus lebih kritis dalam berpikir dan mengetahui masalah yang kompleks dalam komunikasi politik di Indonesia. “Semoga mahasiswa bisa lebih peka terhadap masalah negara, dan aktif dalam menyampaikan aspirasi ke pemerintah,” harapnya.

(Thalita Zada)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *