HMPS Farmasi Lakukan Kampanye Obat Pada Masyarakat

Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Farmasi mengadakan kampanye informasi obat, dengan tema Hindari Kolestrol Jahat, Minggu (22/4) di Situ Gintung. Kampanye informasi obat merupakan salah satu rangkaian kegiatan dari Pekan Raya Farmasi yang diadakan  tiap tahun. Penyuluhan ini untuk berbagi informasi tentang obat dan membantu masyarakat. Rangkaian acara dalam kampanye informasi obat terdiri dari jalan sehat, door prize, award dan cek kesehatan masyarakat untuk menghindari kolestrol.

Ketua HMPS Farmasi, Kinan Dwi Nurbaiti menjelaskan, kampanye informasi obat selalu diadakan tiap tahun. Akan tetapi, berbeda tema tiap tahunnya. “Persiapan panitia sudah matang dari sebelum acara, karena panitia diambil dari tiap angkatan melalui rekrutmen untuk kegiatan ini. Lalu menyiapkan kematangan acara dari April hingga saat ini,” jelasnya. Sekitar 50 mahasiswa perwakilan dari jurusan Farmasi diarahkan ke Situ Gintung untuk mengisi kegiatan. Masyarakat sangat antusias dengan kegiatan ini, karena sebagian masyarakat sudah paham mengenai obat, sehingga banyak pertanyaan yang muncul untuk informasi lebih rinci dari masyarakat.

Kinan menuturkan, tujuan kampanye informasi obat adalah pengaplikasian ilmu yang sudah didapatkan mahasiswa jurusan farmasi di bangku kuliah untuk masyarakat, dan masyarakat bisa paham tentang penggunaan obat. Inovasi kampanye informasi obat pada tahun ini adalah pemberian vitamin c dan cek kesehatan yang belum pernah diadakan di tahun sebelumnya. Pihak petinggi jurusan sangat mendukung kegiatan ini walaupun tidak ada bantuan dana. “Semoga mahasiswa UIN Jakarta bisa mengamalkan ilmu yang sudah didapatkan di bangku kuliah untuk masyarakat, dan semoga kegiatan kampanye informasi obat bisa bermanfaat untuk masyarakat, serta ilmu panitia juga bisa lebih bertambah dengan adanya kegiatan ini,” pungkasnya.

Mahasiswa Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK), jurusan Farmasi semester dua, Ade Nanda Alriski mengatakan, kampanye informasi obat sangat bermanfaat untuk memberi informasi pada masyarakat mengenai obat, karena sebagian masyarakat belum mengetahui penggunaan obat yang baik dan benar. “Manfaat untuk diri sendiri yang dirasakan adalah bisa terjun langsung dan dapat mengaplikasikannya pada masyarakat, sehingga itu bisa menjadi pengalaman berharga yang bisa dijadikan bekal untuk bekerja nantinya,” ujarnya. Ade berharap, agar mahasiswa bisa peduli dengan masyarakat sekitar serta berorganisasi dengan baik dan agar kampanye informasi obat terus berlanjut.

(Thalita Zada)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *