Peringati Isra Miraj, Himafi UIN Jakarta Telusuri Kedekatan Ilmu Sains dan Akidah

Himpunan Mahasiswa Fisika (Himafi) Fakultas Sains dan Teknologi (FST), bekerjasama dengan Lembaga Dakwah Kampus (LDK) Komisariat Dakwah (Komda) FST telah mengadakan kajian keilmuan dan santunan anak yatim dengan Tema “Isra’ Miraj dalam Perspektif Al Qur’an dan Sains” yang diisi oleh pemateri dosen Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan (FMIPA) Departemen Fisika Universitas Indonesia, Budhy Kurniawan. Acara ini diselenggarakan di Aula Student Center UIN Jakarta, dan dimulai pukul 07.30 WIB, Selasa (24/4).

Budhy Kurniawan menjelaskan, isra miraj adalah peristiwa di mana ilmu sains dan aqidah diujikan. Ia melanjutkan, perjalanan yang seharusnya sangat panjang dan memakan waktu seharian penuh bisa Rasulullah tempuh hanya dengan satu malam. “Ilmu sains dipertanyakan di sini, apakah pada zaman itu sudah ada teknologi yang bisa mengahantarkan Rasulullah dengan begitu cepatnya? Keimanan pun diujikan, apakah kita sebagai hamba Allah bisa mempercayai perjalanan tersebut? Di mana inti dari perjalanan itu adalah perintah Allah untuk salat lima waktu,” paparnya.

Budhy menambahkan, di sinilah hikmah ketundukan ilmu sains kepada Allah sebagai sumber ilmu. Semua ilmu yang dipelajari oleh umat manusia adalah bagian dari Allah. Dirinya mengungkapkan, jika manusia menimba ilmu, maka seharusnya ilmu tersebut mendekatkannya dengan Allah “Bukan sebaliknya, membuat kita sombong dengan ilmu yang kita miliki, seakan-akan diri kitalah yang paling hebat karena telah menguasai ilmu pengetahuan,” ujarnya. Ia berpesan, sebagai mahasiswa yang kelak akan menjadi orang besar nantinya, jadilah orang-orang yang tunduk kepada Allah. “Jika jadi ilmuwan, jadilah ilmuwan yang tunduk pada perintah Allah, karena ilmu tanpa agama adalah buta dan agama tanpa ilmu adalah pincang,” tandasnya.

Kepala Prodi (Kaprodi) Fisika, Arif Cahyono menuturkan, acara kali ini mengusung tema yang sangat menarik, terutama bagi prodi fisika yang berada dalam naungan UIN. “Terlebih lagi, mengundang narasumber yang sangat hebat, yaitu Budhy Kurniawan,” ungkapnya. Ia menambahkam, tema yang dibahas kental sekali dengan konten kekeliruan dan keimanan, di mana penting sekali untuk meluruskan pandangan mahasiswa yang keliru tentang isra miraj. “Jangan sampai kekeliruan kita menyebabkan berkurangnya tingkat keimanan kita kepada Allah. Semoga dengan adanya kajian ini bisa menambah frekuensi getaran hati kita jika mendengar asma Allah disebut, dan yang akan menambahkan keimanan kita juga tentunya,” tutupnya.

(Galuh Alisha)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *