HMJ KPI Fasilitasi Mahasiswa Edukasi Media Musik di Era Streaming

Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (Fdikom) telah mengadakan diskusi santai dengan tema “Peranan Media Musik Pada Era Streaming”. Acara yang masih dalam rangkaian Communication Festival (Comfest) ini dihadiri oleh beberapa narasumber, seperti Dimas Ario, Nuran Wibisono, serta Ivan Makhsara. Acara ini bertempat di Gedung Fdikom UIN Jakarta, Selasa (24/4).

Nuran Wibisono, Editor Tirto.id mengatakan, untuk Tirto.id sendiri kurang memberikan fokus untuk pemberitaan terhadap dunia musik, tetapi terdapat jurnalis musik yang bertugas mencari pemberitaan tentang music. “Yang ditekankan dalam pemberitaan musik tidak hanya sekadar popularitas sang penyanyi, tetapi memang sejak awal telah ditekankan untuk mengulik lebih dalam lagi tentang musik itu. Bahkan, sampai ke pesan secara pengalaman personal penyanyi itu sendiri,” jelasnya. Terkait ungkapan mulai tergerusnya media musik di tengah maraknya dunia streaming, Nuran mengakui hal ini bukanlah sebuah ancaman untuk media, karena dapat diketahui bersama bahwa media kurang cepat dalam memberitakan tentang musik, tidak seperti warganet yang sejatinya lebih aktual dalam memberikan info tentang musik. “Masih dimunculkannya audio secara fisik disaat maraknya era digital, terdapat beberapa faktor yang mengiringinya. Pertama karena audio fisik yang dibeli tidak ada di dalam streaming, dan yang kedua para penggemar setia biasanya membeli audio fisik sebagai koleksi untuk dirinya sendiri,” paparnya.

Peserta acara, Rama Satria mengatakan, acara ini sangat mengedukasi untuk mahasiswa yang khususnya ingin mendalami bidang jurnalistik musik, karena semakin kesini ketertarikan mahasiwa sebagai jurnalis musik sudah mulai menipis. Menurutnya, mahasiswa saat ini lebih tertarik dengan isu yang dapat dibilang cukup berat, seperti politik, sosial dan ekonomi. “Dengan diadakannya acara ini, dapat memberikan bekas yaitu semakin banyak mahasiswa yang tertarik sebagai jurnalis musik, karena dengan musik kita dapat mengkritik, meluapkan segala sesuatunya dengan halus,” ujarnya.

(Muhamad Fajan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *