FDI Tetapkan Kebijakan Mahasiswa Tak Boleh Berjualan di Fakultas

Dalam rangka menertibkan mahasiswa yang berdagang di Fakultas Dirasat Islamiyah (FDI) UIN Jakarta, Dewan Perwakilan (Dekan) bidang Kemahasiswaan  Alumni dan Kerjasama FDI, Cahya Buana menetapkan, tidak diperbolahkannya berdagang di sekitar FDI. Keputusan ini sesuai dengan hasil rapat Dekan dan Wakil Dekan (Wadek), Selasa (24/4).

Cahya Buana menjelaskan, hasil dari student hearing pada akhir Maret lalu, diperbolehkannya mahasiswa berdagang dengan alasan tidak adanya lift, serta jauh dari kantin dan selang waktu saat pelajaran singkat. Namun, saat hasil tersebut dibicarakan kepada pihak pimpinan FDI, rupanya sebagian besar tidak menyetujuinya atas diperbolehkannya berdagang, dengan alasan tidak sesuai dengan tata tertib sebagai mahasiswa di UIN Jakarta, kebersihan yang kurang terjaga serta batasan antara laki – laki dan perempuan yang tak terkendali. “Hasil keputusan ini baru ditetapkan, dan surat edaran resmi sedang diperoses. Saat ini masih ada beberapa mahasiswa yang berdagang  di sekitar FDI, terutama di lantai empat. Diberlakukannya peraturan secara resmi pada semester ganjil,” ujar Cahya. Ia berpesan agar mahasiswa menerima keputusan ini dengan lapang dada, karena demi kebaikan bersama, yakni untuk menjaga kebersihan, dan menghindari pencampuran batasan antara laki – laki dengan perempuan.

Dewan Eksekutif Mahasiswa (Dema) FDI, Koordinator Departemen Sosial dan Kerumahtanggaan, Kamilah Muhtaromah mengungkapkan dari pihak Dema-F sudah mengajukan kepada pihak dekanat  bagian kemahasiswaan, agar tetap diperbolehkan berdagang di sekitar fakultas, namun tidak disetujui. “Tetapi biar bagaimanapun, larangan berdagang ditujukan agar lingkungan FDI terlihat bersih dan lebih nyaman,” ungkapnya.

Mahasiswa FDI semester enam, Rafif Litsa Hanifah menuturkan, dirinya kerap berdagang di sekitar FDI. Tetapi, dengan adanya larangan berdagang, Hanifah menerima keputusan ini karena masih ada cara lain untuk mencari uang selain berdagang. “Saat ini saya masih bedagang di sekitar fakultas, karena keputusan pelarangan berdagang belum ditetapkan secara resmi,” tuturnya. Hanifah berharap, agar keputusan ini bisa dipertimbangkan kembali. Mengingat, berdagang sangat menguntungakan bagi mahasiswa.

(Shifa Ubaisilfa)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *