Dema Fdikom Ajak Mahasiswa Mengintip Pemikiran Tan Malaka di Era Milenial

Dewan Mahasiswa (Dema) Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (Fdikom) UIN Jakarta, kemarin Kamis (26/4) baru saja mengadakan Diskusi Publik Sayembara Menulis, dengan tema “Relevansi Pemikiran Tan Malaka di Era Milenial”. Diskusi ini diadakan di Teater Profesor Aqib Suminto, lantai dua Gedung Fdikom.  Diskusi ini dipimpin oleh Riski Irwansyah sebagai moderator.

Pembicara dalam acara ini, Reiza Petters mengatakan pemikiran Tan Malaka di era milenial masih sangat relevan, misalnya saja pada aspek pembangunan. “Pembangunan di Indonesia sekarang ini bersifat eksklusif, artinya hanya beberapa orang yang dapat merasakannya. Sementara solusi dan juga bentuk relevansi permasalahan di Indonesia sekarang  dari pemikiran Tan Malaka baiknya bersifat inklusif,” terangnya. Petters mengatakan, bahwa Tan Malaka merupakan sosok yang fenomenal dan telah memprediksi jauh lebih lama sebelum permasalahan-permasalahan yang ada pada zaman sekarang. Salah satunya adalah masalah persaingan global yang disinggung dalam Madilog karya Tan Malaka, dan pemikiran Tan Malaka sudah diakui lebih jauh.

Dalam diskusi ini juga di tampilkan monolog dari Joind Bayuwinanda, ia mengatakan bahwa ia pernah merasakan pergolakan batin saat memerankan sebuah monolog dari seorang tokoh revolusioner baik itu Tan Malaka, Soekarno ataupun yang lainnya. Joind mengaku pada saat membawakan monolog seorang revolusioner, ia sedikit ragu apakah dalam membawa monolog pemikiran seorang revolusioner ini dapat laku di masyarakat. “Pesan moral yang dibawakan dalam monolog ini lebih baik diserahkan kepada penonton sendiri, karena penonton sudah cukup cerdas dalam mengartikan pesan yang ingin disampaikan,” ungkapnya. Joind mengatakan naskah yang dibawakan ini bersumber langsung dalam buku Tan Malaka namun dicakup lebih ringkas dalam membawakannya.

Ketua Dema Fdikom, Ali Alatas mengatakan, poin penting dalam diskusi ini ialah bahwa masyarakat harus meneladani dan menjadikannya sosok panutan karena Tan Malaka merupakan seorang tokoh revolusioner yang cerdas pemikirannya. “Ini menjadi refleksi bagi kita semua untuk menjadi mahasiswa yang lebih aktif dalam menyikapi permasalahan yang ada di Indonesia,” tutupnya.

(Syahbaniyah Widyanitamy)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *