Pengemudi Ojek Daring Ajukan Tiga Tuntutan Terhadap Pemerintah

Tentu masyarakat sudah  tak asing lagi dengan keberadaan ojek daring. Senin (23/4) kemarin, ribuan pengemudi ojek daring, melakukan unjuk rasa di depan Gedung MPR, DPR, DPD RI. Tak lain disebabkan untuk menuntut dibuatkan payung hukum penerapan upah layak, menggunakan sistem subsidi dan beberapa tuntutan lainnya.

Dilansir dari Kompas.com, koordinator lapangan ojek daring, dari Gerakan Aksi Roda Dua (Garda), Ari, dalam keterangan tulisannya menyebutkan, tiga tuntutan untuk Joko Widodo, Ketua DPR RI, Bambang Soesatyo dan Komisi V DPR bidang perhubungan. Tuntutan pertama, pengakuan legal eksistensi, peranan dan fungsi ojek daring, sebagai bagian sistem transportasi nasional. Penetapan tarif standar dengan nilai yang wajar, yaitu Rp. 3000 – Rp. 4000 per kilometer, dengan metode subsidi dari perusahaan aplikasi, agar tarif penumpang tetap murah dan terjangkau. Perlindungan hukum dan keadilan bagi ojek daring sebagai bagian dari tenaga kerja Indonesia yang mandiri.

Salah seorang driver ojek daring, Tommi Al Jabar menuturkan, tarif ojek daring paling tidak ditetapkan dengan harga normal saja, karena dengan kebutuhan dan  pembelian bensin, serta pengeluaran tenaga yang cukup besar. “Kalau tarif yang ditetapkan rendah, penghasilan tidaklah cukup untuk memenuhi kebutuhan,” keluhnya. Tommi berharap ojek daring  kedepan semakin baik dan tarif tetap normal saja.

Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) jurusan Ilmu Politik (Ilpol) semester dua, Zulfa Rusdiana mengungkapkan, dirinya terbiasa menggunakan fasilitas ojek daring. Dengan tarif harga rendah, walau jarak tempuh jauh dan juga macet menjadi hal yang disukai oleh masyarakat. Zulfa mengaku merasa prihatin kepada driver  ojek daring, dengan tarif harga yang tak sesuai dengan usaha yang diberikan. Menurutnya, wajar saja unjuk rasa terjadi demi beberapa tuntutan yang menurut driver  ojek daring, berhak didapatinya. “Namun, risiko ketika tarif harga dinaikkan, bisa jadi pelanggan yang terbiasa menggunakan fasilitas ojek daring akan berkurang,” katanya. Zulfa berharap, walau tarif harga dinaikkan, agar tidak terlalu signifikan, karena akan berpengaruh terhadap peminat penggunaan ojek daring.

(Shifa Ubaisilfa)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *