Belajar Menanam Hidroponik yang Mudah dan Murah Bersama #DoGoogForGood

Hidroponik merupakan cara menanam tanaman, tanpa media tanah. Untuk memperkenalkan metode hidroponik yang mudah dan murah, tagar #DoGoogForGood yang berkolaborasi dengan Forum Indonesia Muda, regional Tangerang mengadakan acara “Belajar Hidroponik Bersama #DoGoogForGood”. Acara ini diadakan pada Jumat (27/4) di Rumah Pohon, Lapak Pemulung Putri Jaya, Pondok Aren, Tangerang Selatan. Acara ini banyak diikuti oleh anak-anak usia sekolah dasar (SD).

Menurut bendahara #DoGoogForGood, Mega Zulaila Dinni, acara ini dilakukan untuk memperkenalkan kreasi farming yang bisa dilakukan dengan mudah di rumah. Selain itu, kegiatan ini juga bisa menumbuhkan kreativitas anak-anak di kampung pemulung lapak jaya, dengan tidak menggunakan barang-barang yang mahal dan repot untuk kegiatan farming, mengajak anak-anak untuk bertanggungjawab pada sampah sendiri, serta mengajak masyarakat di kampung pemulung untuk membuat sesuatu yang mempunyai nilai jual. “Bukan hanya anak-anak usia SD saja yang bisa ikut, siapa saja tua maupun muda, anak-anak maupun orang tua bisa mengikuti kegiatan ini,” terangnya.

Mega menjelaskan, kegiatan yang dilakakan dalam acara ini adalah memperkenalkan dan menanam tanaman dengan cara hidroponik bersama anak-anak usia SD. Mega juga mengungkapkan, narasumber yang dihadirkan pun sangat kompeten seperti Loveria, Ketua Petualang Inspiratif dan Praktisi Hidropnik. “Serta tak lupa juga kehadiran pemilik Kebun Hijau Kemang Pratama, Tieke Meiliana Pratama,” tambahnya.

Mahasiswa Fakultas Sains dan Teknologi (FST), jurusan Agribisnis Muhammad Ilham Ramdani mengatakan, acara ini sangat bagus karena dapat mengedukasi masyarakat tentang bagaimana cara memnghijaukan lingkungan dengan hidroponik yang mudah dan murah. Menurut mahasiswa semester dua ini, kegiatan semacam ini seharusnya lebih sering diadakan, baik oleh lembaga masyarakat, maupun pemerintah. Ilham mengungkapkan, jika menanam sayuran lewat hidropinik ini berhasil, hasil panen bisa untuk memenuhi kebutuhan sendiri, bahkan bisa dijual jika ditanam dalam skala yang besar. “Semoga ilmu yang didapat setelah acara ini, bisa terus dikembangkan oleh para peserta, dan pihak penyelenggara agar tidak pernah bosan dan berhenti memberikan kegiatan yang bermanfaat seperti ini, yang mungkin akan diikuti oleh banyak pihak dan akan mengadakan acara yang serupa pula,” tutupnya.

(Alya Safira)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *