Perkenalkan Pusaka Indonesia, UIN Jakarta Adakan Conference Series

Senin (30/4) bertempat di Ruang Sidang, Gedung Rektorat UIN Jakarta, telah diselenggarakan conference series tentang pusaka Powerful Objects West Java and Banten. Dinamakan conference series, karena konferensi ini akan diadakan setiap bulan dalam satu tahun, dengan pembicara yang berbeda tiap bulannya. UIN Jakarta mendapatkan 12 profesor dari Perancis yang akan mengisi konferensi dalam satu tahun. Konferensi kali ini fokus pada pusaka sebagai objek kekuatan di Jawa Barat dan Banten.

Postdoctoral Researcher in Social Anthropology Associated, Gabriel Facal memaparkan, dirinya pertama kali datang ke Indonesia pada 2004, dan selalu datang setiap tahun untuk melakukan penelitian. Gabriel tertarik untuk meneliti benda pusaka Indonesia karena sebelumnya ia sudah meneliti tentang pencak silat, lalu ia menemukan berbagai benda pusaka di dalamnya. Ia mengaku tertarik meneliti benda pusaka lalu membandingkannya dengan pusaka dari negara lain. “Benda pusaka penting untuk diteliti karena di dalamnya terdapat dimensi politik, ekonomi, sosial dan unsur lainnya yang sangat menarik,” ujarnya. Sebelumnya Gabriel sudah menyciptakan buku yang berjudul  “Keyakinan dan Kekuatan Ilmu Bela Diri di Banten”. Tujuan Gabriel datang ke UIN Jakarta, untuk konsolidasi proyek pusaka dan menguji diri untuk presentasi ilmiah ke beberapa kampus. “Semoga mahasiswa di Indonesia bisa meneliti segala sesuatunya, sesuai dengan ketertarikan masing-masing,” harapnya.

Ketua pelaksana acara conference series, Iin Handayani Dewi menjelaskan, acara hari ini adalah conference series untuk pertama kalinya dan akan diadakan lagi dalam jangka waktu satu tahun. UIN Jakarta bekerjasama dengan bagian promosi pendidikan dan kebudayaan Perancis, yang memfasilitasi semua guru besa, peneliti, staf, sekaligus mahasiswa UIN Jakarta, agar bisa bekerjasama dengan peneliti dari luar negeri. “Pihak universitas juga memberikan feedback untuk meningkatkan kapasitas penelitian mereka dan kapasitas presentasi mereka,” ujarnya. Iin menambahkan, UIN sebagai universitas Islam di Indonesia siap bekerjasama dengan lembaga internasional, baik di bidang akademik, riset, dan lain sebagainya. “Hari ini dihadiri oleh mahasiswa semester lima ke atas, mahasiswa pasca sarjana, alumni dan kalangan peneliti,” ungkapnya. Iin beharap, agar acara ini bisa berlanjut dan keluarga besar UIN Jakarta bisa memanfaatkan konferensi ini dengan baik. “Terutama mahasiswa, karena tim peneliti yang datang sangat terbuka jika mahasiswa ingin bertanya atau berdiskusi,” tandasnya.

Mahasiswa Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (Fdikom), jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI), semester dua, Fahrajad Kafabihi mengatakan, sudah seharusnya mahasiswa Indonesia peduli dengan benda pusaka milik negara sendiri. “Seharusnya rakyat Indonesia bangga dengan pusaka yang diteliti oleh ilmuan asing, dan hal ini bisa dijadikan acuan untuk ilmuan Indonesia agar lebih memperhatikan warisan leluhur,” terangnya. Ia berharap, agar mahasiswa bisa lebih mengenal lagi tentang pusaka Indonesia dan meneliti seperti yang dilakukan peneliti asing.

(Thalita Zada)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *