UKM KMPLHK Ranita Siap Kirim Bantuan Kemanusiaan Ke Palu

Bencana alam Donggala, Palu dan Mamuju menjadi perhatian masyarakat Indonesia. Gempa berkekuatan 7,7 magnito menyebabkan ketiga daerah tersebut disapu tsunami. Bukan hanya memakan korban, bencana tersebut mengakibatkan lenyapnya sebagian infrastruktur yang ada di kota tersebut. Tidak sedikit masyrakat berempati dengan menggagas penggalangan dana untuk membantu masyarakat di Sulawesi Tenggara (Sulteng). Termasuk mahasiswa UIN Jakarta, salah satunya ialah dari Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Kelompok Mahasiswa Pecinta Lingkungan Hidup dan Kemanusiaan (KMPLHK) Kembara Insani Ibnu Batuttah (Ranita).

Ketua Posko, Dewita Alifah Firyal mengungkapkan, melihat musibah yang terjadi di Sulteng membuat ia dan beberapa temannya tergugah untuk langsung terjun ke tempat tersebut. Dirinya menjelaskan, akan ada empat orang anggota KMPLHK Ranita yang dilibatkan sebagai relawan di sana. “Kami telah melakukan koordinasi dan kaji cepat terkait musibah yang terjadi di Sulteng, dan kami akan mengirimkan tim untuk ikut membantu serta menyalurkan bantuan di sana,” jelas Dewita. Kendati demikian, dirinya berharap, agar mahasiswa bisa ikut andil dalam membantu korban yang ada di Sulteng, sebab ia menuturkan Ranita tidak bisa berjalan sendiri tanpa adanya bantuan dari masyarakat, dan tak lupa dirinya mengajak masyarakat terutama mahasiswa untuk berdoa bersama untuk semua korban yang ada di Donggala, Palu dan Mamuju. “Untuk mahasiswa UIN dan seluruhnya, sekali lagi kita berduka. Setelah bencana Lombok sekarang ditambah oleh tsunami di Sulteng. Semoga masyarakat bisa mengambil hikmahnya. Saya harap masyarakat ikut berempati dengan membantu memberikan donasi mereka untuk para korban di sana, dan tak lupa turut mendoakan,” ungkapnya.

Mahasiswa Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (FDIKOM), jurusan Jurnalistik semester tiga, Millatina Sri Rahmawati menuturkan, bencana yang terjadi bisa dikatakan membuat hati masyarakat Inndonesia tergugah untuk berempati. Dirinya pun ikut bersedih dengan musibah yang terjadi. “Tsunami yang menerjang Sulteng sangat mengejutkan. Apapu yang terjadi, masyarakat Donggala, Palu dan Mamuju harus bisa kuat menghadapi musibah yang ada. Tak ada yang tahu di balik musibah ini, ada hikmah yang akan Allah berikan kepada mereka,” tuturnya.

(Anggara Purissta)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *