Gelorakan Semangat Berkarya di Al ‘Arabiyyah Lil Funuun 2018

Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Pendidikan Bahasa Arab (PBA) Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) telah menyelenggarakan Al ‘Arabiyyah Lil Funuun (ALF) ke-7, yang dimulai dari Minggu (30/9) hingga Kamis (4/10). Perlombaan berlangsung pada Senin (1/10) yang bertempat di UIN Jakarta. Dengan mengusung tema “Menggelorakan Semangat Berkarya Sebagai Wujud Cinta Bahasa Arab”, acara ini dibagi menjadi dua kategori, yaitu untuk umum dan siswa Madrasah Aliyah (MA) dan Pondok Pesantren (Ponpes).

Ketua pelaksana ALF 2018, Anies Khumaidah menjelaskan, kegiatan ini merupakan acara rutin tahunan yang diadakan oleh HMJ PBA, bekerjasama dengan jurusan PBA itu sendiri. “Ada lima acara umum yang diadakan yaitu, pembukaan, seminar nasional, perlombaan nasional, bazaar, karnaval dan pentas seni sebagai closing ceremony,” tutur Anies. Untuk perlombaan nasional dihadiri oleh seluruh universitas di Indonesia dan sekolah se-Indonesia dan ada pula dari Malaysia. Perlombaan nasional ada tiga kategori yaitu, kategori mahasiswa, kategori siswa, dan umum. Adapun lomba untuk kategori mahasiswa adalah di antaranya; debat, esai, pidato, Voice of Arab (VOA), puisi dan baca berita. “Untuk kategori siswa ada Taqdimul Qisoh, MQK, dan pidato bahasa Arab, dan untuk umum ada futsal, marawis, dan kaligrafi,” ujarnya.

Anies menambahkan untuk tahun ini konsep acara di buat lebih menarik dan ada pula lomba yang diubah seperti hadroh yang diubah menjadi marawis. “Untuk tema kali ini diambil kata “Mahabbah” yang berarti cinta, yang diharapkan dengan adanya acara ini bisa menyatukan berbagai instansi dari berbagai kalangan dan sebagai ajang silaturahmi,” jelas Anies. Dirinya berharap agar acara ini dapat berjalan dengan baik, dan memberikan kesan baik baik untuk panitia dan peserta yang mengikuti lomba.

Peserta ALF 2018 perwakilan dari Ponpes La Tansa, Aditya Pratama mengungkapkan, dirinya mengetahui perlombaan ini dari bagian bahasa pondok. “Setelah melalui seleksi yang ketat dan persiapan yang sangat cepat, kurang lebih satu minggu, akhirnya saya terpilh untuk mewakili La Tansa dalam lomba taqdimul qisoh ini,” tutur Adit. Penyeleksian dilihat dari kecakapan berbahasa dan peserta yang ada saat ini diambil dari Duta Bahasa (DUBA). Untuk kategori siswa La Tansa mengirim 4 orang dan untuk umum, mengirim tim futsal. Adit berharap agar ia dapat memenangkan lomba untuk membanggakan orang tua dan pondok. “Karena ini merupakan suatu tanggung jawab yang diberikan kepada saya,” tutupnya.

(Syifa Kaltsum)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *