Gerah Dengan Permasalahan Parkir “Nyeleneh” Mahasiswa, GB Parking Tegaskan Konsekuensi Khusus

Gerbang Berkah (GB) Parking UIN Jakarta kembali menerima kritik oleh beberapa mahasiswa. Sebelumnya, foto yang viral di media sosial yang mana sebuah motor terparkir di tengah-tengah tangga jalan yang kemudian menghalangi jalur tersebut. Kemudian sekarang beberapa mahasiswa, mempertenyakan persoalan rambu “Dilarang Parkir” di sepanjang tanjakkan gedung parkir, di mana banyak berisi motor yang terparkir di sana. Padahal sudah jelas terdapat rambu-rambu yang melarang parkir di tempat tersebut. Kendati hal tersebut, Supervisor GB Parking memberikan tanggapannya, Rabu (17/10).

Supervisor GB Parking UIN Jakarta, Yandi menjelaskan, menurutnya tidak perlu ada yang ditanggapi terkait rambu-rambu tersebut. Dirinya menegaskan sudah sepatutnya mahasiswa yang lebih menegerti dan pintar dalam mengartikan rambu-rambu. Yandi, merasa pihak GB Parking sudah memberikan aturan yang jelas. Namun, beberapa mahasiswa yang masih membangkang melanggar aturan tersebut. Dirinya juga menyebutkan, tidak ada alasan terkait paksaan, yang mengharuskan mahasiswa memarkirkan motor mereka di gedung parkir, yang kemudian membuat gedung parkir penuh dan terpaksa beberapa mahasiswa memarkirkan motor mereka di tempat yang seharusnya tidak sebagai tempat parkir. “Alasan pelanggaran yang dilakukan mahasiswa bukan karena parkiran penuh yang dipaksakan tetap harus parkir di gedung, tetapi karena mereka yang malas untuk mencari posisi kosong di gedung parkir,” jelas Yandi dalam wawancara.

Menurut Yandi, pihak GB Parking tidak akan memaksakan masuk jika parkiran sudah tepantau penuh. Ia pun mengomentari, foto yang viral beberapa waktu lalu, di mana terpakirnya motor di atas tangga yang kemudian menghalangi jalan. Pria ini mengungkapkan, kejadian tersebut memang sengaja dilakukan agar mahasiswa dapat jera. “Itu memang segaja dilakukan, karena biar mereka jera. Sudah dipasang papan aturan, tetapi masih saja parkir di situ. Kemudian kami angkat saja ke atas tangga agar ke depannya ia kapok tidak parkir di tempat sama,” ungkapnya. Ia mengatakan, saat ini pihak GB Parking masih belum mencari kebijakan yang mampu membuat jera mahasiswa yang melanggar, sebab menurutnya, beberapa kebijakan yang telah dilakukan sebelumnya, seperti penggembosan ban masih belum mampu memberikan efek jera terhadap mahasiswa.

Tak ketinggalan, mahasiswa pun ikut memberikan komentarnya. Mahasiswa Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (PIPS), Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK), Dendi Sulistiar menjelaskan, dirinya pernah memakirkan motornya di jalur akses gedung parkir tersebut. Ia melakukan hal tersebut lantaran merasa parkiran sudah penuh oleh motor lainnya. Selain itu menurutnya,  karena gedung fakultasnya yang jauh dari gedung parkir maka dari itu ia lebih memilih parkir di tempat tersebut. “Mau bagaimana lagi, dengan kondisi parkiran yang sudah terpenuhi dan pihak GB Parking yang terus memaksakan motor untuk tetap masuk ke gedung parkir, terpaksa saya parkir di tanjakkan tersebut,” ungkap Dendi.

(Anggara Purissta)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *