Usai Adakan Talkshow, Sema FITK Kembali Edukasikan Mahasiswa Dalam Legislative Training

Usai menggelar talk show, Senat Mahasiswa (Sema) Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) kembali melanjutkan rangkaian acaranya di Legislative Training, yang bertempat di Aula Madya UIN Jakarta, Rabu (17/10). Acara training ini diisi oleh beberapa pemateri yaitu, Ikhwan Affandi, M. Muhyidin Prakoso dan Khaidir Musa. Dalam training ini terdapat tiga sesi pelatihan, yang mana dibuka oleh pelatihan legal drafting, teknik persidangan dan diakhiri dengan pelatihan advokasi.

Dalam pelatihannya, Ikhwan Affandi yang mengisi pelatihan legal drafting memaparkan terkait lembaga eksekutif dan legislatif yang ada di kampus. Di sini ia menjelaskan bahwa manfaat mahasiswa belajar tentang legal drafting ialah, agar mahasiswa dapat paham dalam penyusunan kontrak kerja. “Mungkin di antara kita tidak sedikit mahasiswa yang ikut organisasi kampus dan setiap organisasi pasti selalu melaksanakan acara yang mengharuskan mereka membuat kontrak kerja untuk orang ke tiga. Maka di sini mahasiswa dapat belajar kaidah dalam membuat kontrak kerja itu sendiri,” jelasnya. Selain itu, Mahasiswa yang juga menjabat  sebagai Wakil Ketua Komisi 1 Hukum dan Perundang-undangan Sema UIN Jakarta Tahun 2017 ini juga menjawab beberapa pertanyaan yang diajukan oleh peserta, salah satunya pertanyaan yang menyinggung peran Dema dalam mengajukan Rancangan Undang-Undang (RUU) kepada Sema. Menurut Ikhwan, peran Lembaga Eksekutif di kampus yang ia lihat, tidak seperti peran lembaga eksekutif negara, khususnya UIN Jakarta. “Peran Dema mengadakan diskusi dan tidak sampai pada mengajukan RUU,” jawabnya.

Ketua Pelaksana, Rizky Ramadhan mengungkapkan, alasan diadakan seminar dan legislative training adalah untuk memperkenalkan Sema FITK lebih jauh lagi kepada mahasiswa. Dirinya berpendapat, saat ini mahasiswa kebanyakan hanya mengetahui lembaga eksekutif kampus ketimbang legislatif. “Sekarang banyak mahasiswa hanya tahu lembaga eksekutif saja seperti Dema misalnya. Padahal lembaga kampus memiliki legislatifnya juga, Sema contohnya,” ucapnya. Ia juga menyampaikan, awalnya training tersebut akan dilaksanakan di Teater FITK. Namun, karena bersamaan dengan acara dosen, maka training dialihkan ke Aula Madya. Mahasiswa jurusan Pendidikan Bahasa Arab, semester tiga ini mengungkapkan, ada beberapa hambatan dalam pelaksaan training ini. Mulai dari jumlah peserta yang tidak memenuhi target sampai dana yang belum maksimal. “Hambatan bisa dikatakan dari waktu, karena kita mengadakan di waktu mahasiswa sedang aktif kuliah, sehingga membuat peserta yang di luar yang panitia harapkan,” ungkap Rizky. Namun, dengan jumlah peserta yang ada, acara tetap berjalan dengan lancar. “Semoga dengan diadakan training tersebut, mahasiswa mampu mengaplikasikan ilmu yang didapat dalam kehidupan organisasi nantinya,” harapnya.

(Anggara Purissta)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *