Cegah Penyebaran Hoax, Gunakan Media Sosial Dengan Bijak

Media sosial sudah menjadi kebutuhan primer pada saat ini, dan semestinya media sosial digunakan sesuai fungsinya yaitu untuk bersosialisasi dan berinteraksi dengan hal-hal yang positif. Namun, tak sedikit juga pihak yang memanfaatkannya untuk menyebarkan informasi negatif, atau informasi bohong (hoax). Masyarakat yang melek teknologi harus bisa mengedukasi masyarakat agar lebih cerdas dalam menggunakan media sosial.

Dosen Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (Fdikom), Fatmawati mengungkapkan, media sosial saat ini sudah sangat menjawab kebutuhan generasi milenial dan seiring berkembangnya zaman masyarakat dari berbagai kalangan sangat terbantu dengan adanya media sosial terutama dalam hal komunikasi dan informasi. “Sebetulnya media sosial sangat positif jika kita menggunakannya dengan baik dan benar, tapi menjadi musibah apabila digunakan dengan tidak sesuai dan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab,” tutur Fatma. Faktanya, saat ini tak sedikit pula oknum yang tidak bertanggung jawab dalam menggunakan media sosial, dan menggunakannya untuk kepentingan sendiri dengan menyebarkan hoax. “Biasanya hoax bisa kita lihat dari judul. Sekarang banyak berita yang dibuat dengan judul yang provokatif untuk menarik pembaca, namun isi yang ada sudah diubah agar menimbulkan kesan yang salah,” tambahnya. Fatma berharap, agar masyarakat dapat menggunakan internet dengan baik, dan jadi pengguna yang cerdas, guna terhindar dari informasi bohong. “Kita bisa menggunakan media sosial sesuai kebutuhan kita,” pungkasnya.

Mahasiswa Fdikom, jurusan Komunikasi Penyiaran Islam (KPI) semester tiga, Dhiva Nur Ainaya mengungkapkan, meningkatnya perkembangan teknologi yang semakin cepat di Indonesia memiliki dampak positif dan negatif. Dampak positifnya yaitu media sosial dapat menjadi media penyebaran informasi yang up to date, dapat memperluas pertemanan, dan sebagai sarana komunikasi untuk mendekatkan yang jauh. “Namun, dampak negatifnya seperti membuat pengguna menjadi apatis dalam dunia yang sesungguhnya, dan rawan informasi hoax. Ini yang harus kita waspadai,” ujarnya. Dhiva menambahkan, saat ini banyak situs-situs yang tidak bertanggung jawab dalam menyebarkan berita, dan membuat berita bukan sebagai sarana informasi bagi pembaca tetapi hanya sebagai hiburan.

(Syifa Kaltsum)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *