Fajri Hidayat, Salah Satu Mahasiswa UIN Jakarta Masuk 14 Finalis Ajang Abang Nona Tangsel 2018

Budaya setiap daerah merupakan warisan yang harus dijaga oleh masyarakatnya. Namun terkadang, masyarakat itu sendiri tidak sedikit yang belum tahu terkait kebudayaan dan kekayaan daerahnya sendiri. Oleh sebab itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel), mencari kader-kader yang mampu memperkenalkan serta melestarikan budaya Tangerang Selatan (Tangsel), melalui ajang Abang Nona Tangsel 2018. Dari ratusan anak muda Tangsel yang bersaing ketat, kini hanya tersisa 14 finalis yang terpilih untuk mengikuti malam puncak pada November nanti.
Salah satu peserta Abang Nona Tangsel, mahasiswa Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (Fdikom), jurusan Jurnalistik UIN Jakarta, Fajri Hidayat mengungkapkan, sebelumnya ia pernah mengikuti ajang yang sama di daerah lain pada tahun 2016 lalu, dan alasan dirinya mengikuti kembali di ajang yang sama adalah karena ingin bekerja sama dengan pemerintah untuk membuat konten kreatif yang mana bisa memperkenalkan kota Tangsel lebih luas lagi. “Awalnya saya pernah mengikuti ajang perlombaan video kreatif bersama tim saya yang memperkenalkan tempat wisata di Tangsel, kemudian saya melihat potensi Tangsel yang mungkin masih ada beberapa masyarakat belum tahu. Jadi, saya ingin bekerja sama antara tim saya dan Pemkot Tangsel untuk memperkenalkan Tangsel lebih luas lagi jika saya terpilih nantinya,” jelas mahasiswa semester tiga itu. Lelaki yang kerap disapa Paji ini juga menceritakan hambatan yang ia dapat saat audisi, di mana ia belum memiliki pemahaman lebih luas tentang culture di kota Tangsel, selain itu ujian mental yang harus ia hadapi saat menghadapi dewan juri yang ada. Tetapi ia bersyukur saat pengumuman, namanya tercantum sebagai salah satu dari 14 finalis yang ada. “Setelah pengumuman ini, dalam waktu dekat akan ada pertemuan dengan kepala Dinas Pariwisata Kota Tangsel dan karantina untuk finalis yang terpilih,” tambahnya.
Paji melanjutkan, saat ini ia sedang mempersiapkan diri untuk karantina. Menurutnya, mempersiapkan diri dan mental adalah hal yang penting. Paji berharap, dengan adanya ajang seperti ini, dirinya dapat belajar lebih dalam tentang budaya yang ada di Tangsel serta ikut bekerja sama dalam melestarikan budaya yang ada di kota Tangerang Selatan. “Saya akan terus belajar lebih dalam lagi tentang budaya dan pariwisata di Tangsel, agar kelak saya mampu meperkenalkan lebih lebih luas tentang kekayaan yang ada di kota ini,” tutupnya.
Mahasiswa Fdikom, jurusan Jurnalistik semester tiga, Yogi Permana merasa bangga dengan teman sekelasnya tersebut. Dirinya meyakini bahwa kawannya, Paji, memiliki bakat untuk terus melaju ke malam puncak nantinya. “Saya yakin kawan saya itu bakal melaju terus sampai malam penganugerahan. Saya dan semua teman-teman bakal selalu memberi dukungan dan doa, agar kelak amanah sebagai Abang Tangsel 2018 bisa Paji gapai,” ujarnya.
(Anggara Purissta Putra)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *