Aturan Seleksi Perguruan Tinggi Negeri (PTN) 2019 Mulai Disosialisasikan Ke Sekolah

Minat siswa untuk masuk ke Perguruan Tinggi Negeri (PTN) setiap tahunnya selalu meningkat. Dilihat dari banyaknya jumlah pendaftar di setiap universitas, membuat universitas terkait lebih ketat dalam penyeleksian. Maka dari itu, Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi ( LTMPT ) mengundang Sekolah Menengah Atas (SMA) sederajat untuk menyosialisasikan aturan seleksi masuk PTN 2019.

Dilansir dari Republika.co.id, koordinator pelaksana harian LTMPT, Budi Prasetyo Widyobroto menjelaskan, terkait soal dengan kemampuan nalar tinggi atau High Order Thinking Skills (HOTS) seharusnya tidak ada siswa atau sekolah yang belum mengenal konsep ini, mengingat pelaksanaan UN SMA/sederajat pada tahun 2018 sudah menggunakan soal dengan HOTS. Namun sosialisasi akan terus dilakukan melalui media juga dan akan mengundang SMS/ SMK/ MA di daerah. Budi menerangkan, karakteristik dari soal HOTS menuntut peserta tes berpikir dan menerapkan konsep yang dipelajari pada situasi baru, peserta tes diharuskan untuk analisis, sintetis, menilai, dan mengambil keputusan atas masalah yang dihadirkan. Materi UTBK akan segera diunduh di laman LTMPT, namun saat ini laman masih dalam tahap penyempurnaan. “Contoh soal nanti dapat diunduh di laman LTMPT, tinggal menunggu waktunya, sehingga siswa dan masyarakat dapat memahami materi tes UTBK seperti apa,” jelasnya. Ketua umum LTMPT Ravik Karsidi menerangkan, UTBK akan digelar sebanyak 24 kali pada periode Maret sampai Juni 2019, dan lokasi tes akan digelar di 85 PTN yang berada di seluruh Indonesia.

Mahasiswa Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (Fdikom), jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) semester tiga, Elif Alifah mengungkapkan, sosialisasi aturan untuk masuk PTN sangat dibutuhkan, sebagai informasi untuk siswa yang ingin masuk universitas khususnya PTN. “Sosialisasi sangat penting dilakukan, agar siswa yang ingin melanjutkan studi,  lebih tau apa saja yang harus dipersiapkan untuk masuk PTN yang diinginkan,” tuturnya. Namun, Elif menambahkan, sosialisasi di sekolah masih kurang efektif dalam menjelaskan bagaimana cara masuk PTN. Menurutnya, karena biasanya orang yang melakukan sosialisasi lebih banyak menjelaskan apa itu PTN, bukan bagaimana cara mendaftar di PTN. “Semoga ke depannya pemerintah dapat mensosialisasikan lebih banyak informasi bagaimana cara mendaftar PTN bukan definisi PTN, dan semoga PTN favorit, bisa lebih memperbaiki sistem yang ada sehingga bisa mencetak generasi muda yang dapat bersaing di internasional,” pungkasnya.

(Syifa Kaltsum)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *