Edukasi Pentingnya Jauhi Narkoba, Kemahasiswaan dan Alumni UIN Jakarta Gelar Studium General

Bagian Kemahasiswaan dan Alumni UIN Jakarta kemarin mengadakan Studium General pencegahan narkoba dengan mengangkat tema “Aktivis Yes, Narkoba No”. Studium general ini diadakan di Auditorium Harun Nasution dengan mendatangkan narasumber yaitu Drs. H. Zaenal Arifin, M.Pd.I, Mayor (Cba) Tumpak Siregar S.H (Pabung, Kodim 0506 Tangerang) dan Sudirman,S.Ag,M.Si (Kasubdit masyarakat dan Pendidikan BNN).

Dalam sambutannya, Wakil Rektor bidang Kemahasiswaan, Prof. Dr.Yusron Rozak MA mengatakan banyak sekali persoalan nasional yang menjadi keprihatinan di Indonesia yaitu seperti radikalisme, kesenjangan sosial dan kemiskinan. “Narkoba juga merupakan salah satu persoalan bangsa, persoalan nasional. Karena ketahanan nasional sangat ditentukan bagaimana kemampuan kita untuk mencegah narkoba menjalar pada generasi muda,” ungkapnya. Yusron memaparkan, UIN sudah lama mempunyai keprihatian pada meluasnya narkoba di kalangan mahasiswa dan di kalangan generasi muda. “Apalagi akhir-akhir ini penyebaran narkoba semakin canggih dan semakin merata, karena targetnya sekarang bukan hanya untuk orang dewasa saja tetapi juga kepada anak-anak. “Generasi muda adalah generasi harapan bangsa. Jika generasi muda saja sudah terjangkit narkoba maka hancurlah harapan bangsa,” tuturnya, Ini merupakan persoalan yang fundamental menurutnya, sehingga perlu bergerak bersama dalam melawan narkoba dan perlu kesadaran eksekusi dari individu,” tuturnya. “Saya yakin betul penyadaran individu jauh lebih efektif dibandingkan institusi, karena institusi selalu mempunyai kelemahan dan kekurangan,” tambahnya.  Yusran menuturkan, di UIN sendiri sebenarnya sudah ada gerakan anti narkoba yang diberi nama Satuan Tugas Gerakan Anti Narkoba (SATGAS GAN). Menurutnya, SATGAS GAN ini perlu diperkuat dan melibatkan semua kegiatan atau UKM yang ada di UIN ini dan harus difasilitasi agar penyebaran narkoba di kampus ini bisa terendus.

Salah satu narasumber, Drs. H. Zaenal Arifin, M.Pd.I, mengatakan bahwa ada beberapa hal yang menyebabkan seseorang terjun ke narkoba seperti faktor keluarga, faktor sosio kultural atau lingkungan, pengaruh media, perubahan teknologi yang cepat, kaburnya nila-nilai agama serta mencairnya standar moral. “Sebagai mahasiswa untuk terhindar dari narkoba atau pengaruh negatif kita harus menyibukkan diri dengan aktivitas kampus seperti membuat program spektakuler, membuat program nasional dan internasional, membuat program bermanfaat bagi masyarakat kampus dan lingkungan, menjalin kerjasama dan mencari tahu keunggulan masing-masing Unit Kegiatan Mahasiswa sebagai tempat  berprosesl,” ujarnya.

Salah satu peserta dalam acara ini, Mahasiswa Fakultas Imu tarbiyah dan keguruan (FITK), jurusan Pendidikan Biologi, Rizka Masruroh, mengatakan bahwa acaranya sangat bermanfaat dan menjadi imbauan yang positif untuk generasi penerus bangsa Indonesia karena melihat  fakta-fakta di lapangan yang semakin menipis dan miris akan generasi bebas narkoba. “Terlebih RTL (rencana Tindak Lanjut) yang dicanangkan berupa imbauan via media cetak maupun online terkait bahaya narkoba dapat menurunkan angka pemakaian narkoba. Pembahasan mengenai dampak negatif serta hukum yang berlaku tekait hal itu makin membuka wawasan kita untuk saling menjaga, mengingatkan dan menjauhkan diri  dari benda haram tersebut, melihat bahayanya benda tersebut yang mudah sekali dan tidak tampak peredarannya,” paparnya. Rizka berharap agar seluruh warga terlebih generasi penerus  dapat berpikir positif, mengetahui mana yang baik dan buruk dan terus mendekatkan diri kepada Allah dengan menguatkan iman, menjaga pergaulan serta menyibukkan diri dengan hal positif yang akan menjauhkan diri dari hal yang buruk.

(Syahbaniyah Widyanitamy)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *