Tata Tertib Masjid Student Center UIN Jakarta Belum Sepenuhnya Ditaati?

Setiap tempat atau fasilitas umum, sudah pasti memiliki tata tertib. Hal ini bertujuan agar, fasilitas yang ada tidak disalahgunakan dan pengguna bisa menjaga fasilitas umum tersebut. Namun, hal ini tidak terlihat di Masjid Student Center (SC) UIN Jakarta. Terdapat tata tertib butir keenam, yang menjelaskan “Dilarang menginap, tidur area karpet masjid (kecuali di belakang)”. Aturan tersebut seakan tidak dihiraukan oleh mahasiswa. Terlihat pada siang hari tidak sedikit mahasiswa yang bersantai, bahkan tidur di area yang sudah dilarang.

Menurut mahasiswa Fakultas Sains dan Teknologi (FST), jurusan Agribisnis semester tiga, Muhammad Ilham beralasan, saat dirinya sedang menunggu mata kuliah sore, ilham kerap beristirahat di masjid SC. Ia menyebutkan, hal tersebut sering ia lakukan. Namun ia menampik jika alasan istirahat di masjid dilarang. “Setiap menunggu mata kuliah sore, saya selalu istirahat di sini. Menurut saya tidak salah juga jika istirahat di sini selagi tidak menghalangi mahasiswa yang ingin melaksakan sholat,” tuturnya. Ilham juga tak mengetahui jika ada larangan tidur di masjid, sebab ia mengaku jika tulisan tata tertib yang dibuat terlalu kecil dan tempat penempelan tidak strategis.

Salah satu anggota Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Lembaga Dakwah Kampus (LDK) Syahid, Andry Melani Berlian menerangkan, ia tidak bisa mengklaim apakah tidur di masjid itu diperbolehkan atau tidak. Sebab, ia menjelaskan terkait hukum tidur di masjid memang ada beberapa ulama yang membolehkan dan ada juga sebaliknya. “Jika dilihat dari ilmu fiqih memang membingungkan. Ada yang membolehkan dan ada juga sebaliknya,” ucap Andry. Namun dalam hal ini, ia menyarankan agar setiap individu memahami pelan-pelan dan mencoba jujur terhadap diri sendiri dan kepada Allah, alasan masing-masing dari individu tidur di masjid.

(Anggara Purissta)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *