Bisnis Kedai Kopi, Menjamin atau Mengikuti Tren? – RDK FM UIN JAKARTA

Bisnis Kedai Kopi, Menjamin atau Mengikuti Tren?

Memasuki pertengahan tahun 2019, tak jarang kita temui keberadaan kedai kopi, di tiap sudut jalan pasti kita temukan kedai kopi dari harga kaki lima sampai bintang lima. Berdasarkan dta sementara Asosiasi Franchise Indonesia (AFI), per Juni 2019, jumla kemitraan sudah mencapai 2000 pemain. Maraknya sebaran kedai kopi juga tak lepas dari pengaruh mahasiswa yang acap kali mengonsumsi kopi bukan untuk dinikmati saja, tapi terkadang hanya ikut-ikutan tren yang sedang hits saja.

Ketua Umum Galeri Investasi Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UIN Jakarta, Indra Kelana mengatakan, investasi cukup penting bagi mahasiswa, karena tujuan untuk jangka panjang. Sangat tepat untuk memulai invest di masa mahasiswa. Permasalahan, gak bisa merencanakan finansial di masa fatang, investasi jadi alternatif untuk mengatasi masalah tersebut.

“Inflasi akan terus terjadi, keadaan itu yang menggerogoti mata uang kita tiap tahun pasti turun. Dengan berinvestasi, uang akan tumbuh dan perencanaan uang di masa mendatang bisa lebih baik,” ujarnya.

Mahasiswa semester enam ini juga mengatakan, pecinta kopi sangat banyak di Indonesia, kedai kopi banyak bermunculan dengan beragam inovasi produk tentunya jadi peluang untuk berwirausaha secara mandiri. Namun, kedepan mungkin usaha ini akan hilang dengan sendirinya karena bisa saja ada titik dimana tren ini akan hilang dengan sendirinya.

“Semakin banyak usaha kopi, semakin besar pula persaingan diantara mereka. Terkecuali mereka punya resep rahasia yang tidak bisa diikuti oleh para pesaingnya,” ucapnya.

Tren maraknya kedai kopi, selain dari faktor penduduk Indonesia yang memang kebanyakan pecinta kopi, bagi anak muda bisa menjadi daya tarik, tentunya juga didukung oleh fasilitas yang memadai yang bisa jadi nilai tambah, untuk mendatangkan para pelanggan kedai kopi.

“Melihat prospek dan peluang juga cukup penting, jangan sampai kita berivestasi di bidang bisnis kopi tapi kita gatau tantanga dan risiko nya seperti apa, harus benar-benar kita kuasai agar bisnis kopi bisa kita jalankan sesuai dengan harapan,” tuturnya.

Mahasiswa Fakultas Adab dan Humaniora (FAH),  jurusan Sejarah Peradaban Islam (SPI), Tika Juniar mengatakan, meski tidak semua orang suka kopi, tapi karena tren nya lagi naik saja sehingga bisnis kedai kopi dirasa sangat menguntungkan untuk dimulai. Pengaruh musik indie juga salah satu faktor yang menyebabkan kehadiran kopi jadi digandrungi banyak pemuda-pemudi.

“Banyaknya kedai kopi sebetulnya sangat membantu bagi mahasiswa, bisa jadi tempat diskusi atau Cuma duduk-duduk aja sambil menikmati wifi gratisan. Cuma hal ini juga yang bikin mahasiswa jadi konsumtif, karena mereka rela merogoh kocek yang tidak sedikit untuk mendatangi kedai kopi demi kebutuhan konten yang instagramable” ungkapnya.

Dirinya juga menambahkan, meski investasi di dunia kedai kopi dirasa tidak terlalu menjamin, tetapi investasi penting untuk dilakukan mahasiswa karena sebagai langkah awal untuk motif berjaga-jaga dengan keadaan keuangan kita di masa mendatang.

(Alifia Riski Monika)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

enterslots kdslots777 vegasgg autospin88 jempol88 playbet88 luxury333 fit188 bigdewa megahoki88 warung168 gas138 nusa365 gebyar123 kencana88 max77 garuda999 koinvegas mantul138 autowin88 emas168 pusatwin ajaib88 monsterbola bonus138 kencana88 koko138 bet88 dragon77 dunia777 bigdewa jakartacash 7winbet emas138